Menikmati Memek Dari Adik Istriku

Saya andry (bukan nama sebenarya) adalah seorang pria berumur 35 tahun dan telah berkeluarga, istri saya sumur dengan saya dan kami telah di karunia 2 anak.

cerita ngentot menikmati memek adik istriku saya adalah adik kedua dari 4 bersodara yang kebetulan semuanya wanita dan semuanya telah menikah serta di karuniai putra putri yang ralatif masih kecil, diantaranya saudara saudara istri, saya cukup dekat dengan adik istri saya yang kurang lebih berumur 34 tahun namanya siska ( bukan nama sebenarnya).

keakraban ini bermula dengan seringnya kami saling bertelepon dan makan siang bersama pada saat jam kantor ( tentunya kami saling menjaga rahasia ini ), dimana topik bicara berkisar mengenai soal pekerjaan , rumah tangga dan juga kadang kala maslaah sex masing masing.

perlu di katahui istri saya sangat kuno mengenai maslah sex dan juga open mided kalau berbicara maslaah sex, juga kebetulan dikeluarga istri saya dia paling cantik dan sensual, sebagai ilustrasi tinggi nya kurang lebih 165 cm, kulit putih mulus, hidung mancung, bibir agak sedikit kelihatan basah serta ukuran dada 34 a.

Keakraban ini dimulai sejak tahun 1996 dan berlangsung cukup lama dan pada tahun 1997 sekitar Juni, pembicaraan kami lebih banyak mengarah kepada masalah rumah tangga, dimana dia cerita tentang suaminya yang jarang sekali memperlihatkan perhatian, tanggung jawab kepada dia dan anakanak, bahkan dalam soal mencari nafkahpun Siska lebih banyak menghasilkan daripada suaminya ditambah lagi sang suami terlalu banyak mulut alias cerewet dan bertingkah polah bak orang kaya saja.

Menurut saya kehidupan ekonomi keluarga Siska memang agak prihatin walaupun tidak dapat dikatakan kekurangan, tetapi boleh dikatakan Siskalah yang membanting tulang untuk menghidupi keluarganya.

Disamping itu sang suami dengan lenggang keluyuran dengan temantemannya baik pada hari biasa maupun hari minggu dan Siska pernah mengatakan kepada saya bahwa lebih baik suaminya pergi keluar daripada di rumah, karena kalau dia dirumah pusing sekali mendengarkan kecerewetannya.

Saya menasihati dia agar sabar dan tabah menghadapi masalah ini, karena saya seringkali juga menghadapi masalah yang kurang lebih sama dengannya hanya saja penekanannnya berbeda dengan kakaknya.

Istri saya seringkali ngambek yang tidak jelas sebabnya dan bilamana itu terjadi seringkali saya tidak diajak berbicara lama sekali.

Akhirnya Siska juga menceritakan keluhannya tentang masalah seks dengan suaminya, dimana sang suami selalu minta jatah naik ranjang 23 kali dalam semingggu, tetapi Siska dapat dikatakan hampir tidak pernah merasakan apa yang namanya orgasme/climax sejak menikah sampai sekarang, karena sang suami lebih mementingkan kuantitas hubungan seks ketibang kualitas.

Siska juga menambahkan sang suami sangat kaku dan tidak pernah mau belajar mengenai apa yang namanya foreplay, walaupun sudah sering saya pinjami xxx film, jadi prinsip suaminya langsung colok dan selesai dan hal itupun berlangsung tidak sampai 10 menit.

Siska lalu bertanya kepada saya, bagaimana hubungan saya dengan kakaknya dalam hal hubungan seks, saya katakan kakak kamu kuno sekali dan selalu ingin hubungan seks itu diselesaikan secepat mungkin, terbalik ya kata Siska.
Suatu hari Siska telepon saya memberitahukan bahwa dia harus pergi ke Bali ada penugasan dari kantornya, dia menanyakan kepada saya apakah ada rencana ke Bali juga, karena dia tahu kantor tempat saya bekerja punya juga proyek industri di Bali, pada awalnya saya agak tidak berminat untuk pergi ke Bali, soalnya memang tidak ada jadwal saya pergi ke sana.

Namun dengan pertimbangan kasihan juga kalau dia seorang wanita pergi sendirian ditambah lagi kan dia adik istri saya jadi tidak akan ada apaapa, akhirnya saya mengiyakan untuk pergi dengan Siska.

Pada hari yang ditentukan kita pergi ke Bali berangkat dari Jakarta 09.50, pada saat tiba di Bali kami langsung menuju Hotel Four Season di kawasan Jimbaran, hotel ini sangat bernuansa alam dan sangat romantis sekali lingkungannya, pada saat menuju reception desk saya langsung menanyakan reservasi atas nama saya dan petugas langsung memberikan saya 2 kunci bungalow, pada saat itu Siska bertanya kepada saya, oh dua ya kuncinya, saya bilang iya, soalnya saya takut lupa kalau berdekatan dengan wanita apalagi ini di hotel, dia menambahkan ngapain bayar mahalmahal satu bungalow saja kan kita juga saudara pasti engga akan terjadi apaapa kok , lalu akhirnya saya membatalkan kunci yang satu lagi, jadi kita berdua share 1 bungalow.

Saat menuju bungalow kami diantar dengan buggie car (kendaraan yang sering dipakai di lapangan golf) mengingat jarak antara reception dengan bungalow agak jauh, didalam kendaraan ini saya melihat wajah Siska , ya ampun cantik sekali dan hati saya mulai bergejolak , sesekali dia melemparkan senyumnya kepada saya, pikiran saya, dasar suaminya tidak tahu diuntung sudah dapat istri cantik dan penuh perhatian masih disiasiakan.

Di dalam bungalow kami merapikan barang dan pakaian kami saya menyiapkan bahan meeting untuk besok sementara dia juga mempersiapkan bahan presentasi , pada saat saya ingin menggantungkan jas saya tanpa sengaja tangan saya menyentuh buah dadanya karena samasama ingin menggantungkan baju masingmasing, saya langsung bilang sorry ya Sis betul saya tidak sengaja, dia bilang udah engga apaapa anggap aja kamu dapat rejeki. wow wajahnya memerah tambah cantik dia.

Lalu kita nonton tv bareng filmya up close and personal, pada saat ada adegan ranjang saya bilang sama Siska wah kalo begini terus saya bisa enggak tahan nih, lalu saya berniat beranjak dari ranjang mau keluar kamar (kita nonton sambil setengah tiduran di ranjang), dia langsung bilang mau kemana sini aja, engga usah takut deh sambil menarik tangan saya lembut sekali seakan memohon agar tetap disisinya ..selanjutnya kita cerita dan berandaiandai kalau dulu kita sudah saling ketemudan kalau kita berdua menikah dan sebagainya..

Saya memberanikan diri bicara, Sis kamu koq cantik dan anggun sih, Siska menyahut nah kan mulai keluar rayuan gombalnya, sungguh koq sih saya engga bohong, saya pegang tangannya sambil mengelusnya, oww geli banget , Andry come on nanti saya bisa lupa nih kalo kamu adalah suami kakak saya.biarin aja kata saya.

Perlahan tapi pasti tangan saya mulai merayap ke pundaknya terus membelai rambutnya tanpa disangka dia juga mulai sedikit memeluk saya sambil membelai kepala dan rambut saya..akhirnya saya kecup keningnya dia bilang Andry kamu sungguh gentle sekaliuh indahnya kalau dulu kita bisa menikah saya bilang abis kamunya sih udah punya pacar..berlanjut saya kecup juga bibirnya yang sensual dia juga membalas kecupan saya dengan agresif sekali dan saya memakluminya karena saya yakin dia tidak pernah diperlakukan sehalus ini.kami berciuman cukup lama dan saya dengar nada nafasnya mulai tidak beraturan, tangan saya mulai merambat ke daerah sekitar buah dadanyadia sedikit kaget dan menarik diri walaupun mulut kami masih terus saling bertempur ..

Kali ini saya masukkan tangan saya langsung ke balik bhnya dia menggelinjang saya mainkan putingya yang sudah mulai mengeras dan perlahan saya buka kancing bajunya dengan tangan saya yang kanan, setelah terbuka saya lepas bhnya wow betapa indah buah dadanya ukurannya kurang lebih mirip dengan istri saya namun putingnya masih berwarna merah muda mungkin karena dia tidak pernah menyusui putranya, Siska terhenyak sesaat sambil ngomong, Andry koq jadi begini.Sis saya suka ama kamu, terus dia menarik dirisaya tidak mau berhenti dan melepaskan kesempatan ini langsung saya samber lagi buah dadanya kali ini dengan menggunakan lidah saya sapu bersih buah dada beserta putingnya .Siska hanya mendesahdesah sambil tangannya mengusapngusap kepala saya dan saya rasakan tubuhnya semakin menggelinjang kegelian dan keringat mulai mengucur dari badannya yang harum dan putih halus.

Lidah saya masih bermain diputingnya sambil menyedotnyedot halus dia semakin menggelinjang dan langsung membuka baju saya pada saat itu saya juga membuka kancing roknya dan terlihat paha yang putih mulus nan merangsang, kita sekarang masingmasing tinggal ber cd saja, tangan dia mulai membelai pundak dan badan saya, sementara itu lidah saya mulai turun ke arah pangkah paha dia semakin menggelinjang, ow andry enak dan geli sekali ..

perlahan saya turunkan cdnya, dia bilang andry jangan bilang sama siapasiapa ya terutama kakak saya.saya bilang emang saya gila kali, pake bilangbilang kalo kita . setelah cdnya saya turunkan saya berusaha untuk menjilat kelentitnya yang berwarna merah menantang pada awalnya dia tidak mau, katanya saya belum pernah , nah sekarang saatnya kamu mulai mencoba lidah saya langsung menarinari di kelentitnya dia meraung keras.oohhhhhhhh
andry enaaaaaaaa aaakkkkkkkkkkk sekali..saya saya enggak pernah merasakan ini sebelumnya kamu pintar sekali sih ..terus saya jilat kelentit dan lubang vaginanya ..tidak berapa lama kemudian dia menjerit. .auuuuuuuuwwww saya keluar andry oooooooooooohhhhhhh hhenak sekali..dia bangkit lalu menarik dengan keras cd saya .langsung dia samber kontol saya dan dilumatnya secara hot dan agresif sekali..oh nikmatnya .

terus terang istri saya tidak perah mau melakukan oral sex dengan sayadia terus memainkan lidahnya dengan lincah sementara tangan saya memainkan puting dan kelentitnya. tibatiba dia mengisap kontol saya keras sekali ternyata dia orgasme lagi.. dia lepaskan kontol saya, andry ayo dong masukin ke sini sambil menunjuk lobangnya ..perlahan saya tuntun kontol saya masuk ke memeknya. ..dia terpejam saat kontol saya masuk ke dalam memeknya sambil dia tiduran dan mendesahdesah. .ohhhhhhhh andry biasanya suami saya sudah selesai dan saya belum merasakan apaapa, tapi kini saya udah dua kali keluar, kamu baru saja mulai..waktu itu kami bercinta udah kurang lebih 30 menit sejak dari awal kita bercumbu. ..

Baca juga : Ngentot Bersama Seketaris Kantor

Sekarang saya angkat ke dua kakinya ke atas lalu ditekuk, sehingga penetrasi dapat lebih dalam lagi sambil saya sodok keluar masuk memeknya. dia terpejam dan terus menggelinjang dan bertambah liar dan saya tidak pernah menyangka orang seperti Siska yang lemah lembuh ternyata bisa liar di ranjang, dia menggelinjang terus tak keruan .uhhhhhhh andry saya keluar lagi..saya angkat perlahan kontol saya dan kita berganti posisi duduk , terus dia yang kini mengontrol jalannya permainan ,

dia mendesah sambil terus menyebut ohh andry.ohhh andry dia naik turun makin lama makin kencang sambil sekalikali menggoyangkan pantatnya .tangannya memegang pundak saya keras sekali..iiiiiiiiiii hhhhhhhhhhhh uuuuuuuuuhhhhhhhhhh hhhh andry saya keluar lagi ..kamu koq kuat sekali .come on andry keluarin dong saya udah engga tahan nih,,,,,,,, biar aja kata saya..saya mau bikin kamu keluar terus , kan kamu bilang sama saya , kamu engga pernah orgasme sama suami kamu sekarang saya bikin kamu orgasme terus. .iya sih tapi ini betulbetul luar biasa andry, ..ohhhhhhh hhhh betapa bahagianya saya kalau bisa setiap hari begini sama kamuayo jangan ngaco ah mana mungkin lagi, kata saya

Saya bilang sekarang saya mau cobain doggy style, apa tuh katanya, ya ampun kamu engga tau, engga tuh katanya, lalu saya pandu dia untuk menungging dan perlahan saya masukkan kontol saya ke memeknya yang sudah banjir karena keluar terus, pada saat kontol saya sudah masuk sempurna mulailah saya tusuk keluar masuk dan goyangin makin lama makin kencang.. dia berteriak dan menggelinjang dan mengguncangkan tubuhnya. .andry. .aaaaaaaam mmmmmmmmmpuuuuuu uuuuuuunnnn dehhhhhhhhhhhhhhhhh hhhh saya keluar lagi nih dan waktu itu saya juga udah mau keluar saya bilang nanti kalau saya keluar maunya di mulut Siska, ah jangan Siska belum pernah dan kayaknya jijik deh cobain dulu ya..akhirnya dia mengangguk.. .

Tiba saatnya saya sudah mau orgasme saya cabut kontol saya dan sembari dia jongkok saya arahkan kepala kontol saya ke mulutnya sambil tangan dia mengocokngocok kontol saya dengan sangat bernafsu. ..sis. ..udah mau keluar langsung kontol saya dimasukkan ke dalam mulutnya engga lama lagi..creetttttt tt creeeeeeeettttttttt ttt crettttttttttttttt creeeeeeeeetttttttt ttttt, penuhlah mulut dia dengan sperma saya sampai berceceran ke luar mulut dan jatuh di pipi dan buah dadanya.. dia terus menjilati kontol saya sampai semua sperma saya kering saya tanya gimana sis enak enggak rasanya dia bilang not bad kita berdua tertidur sampai akhirnya kita bangun jam 21.30.

Siska mengecup halus bibir saya.. ..Andry, thanks a lot ..saya benarbenar puas sama apa yang kamu berikan kepada saya, walaupun ini hanya sekali saja pernah terjadi dalam hidup saya

Saya Tidur Dengan Kakak Iparku

Mendapatkan seorang pria yang menjadi impian semua wanita di seluruh kampung ku. aku menjadi istri seorang penjabat di kota kaya raya. bayangkan saja, suamiku memiliki puluhan hektar tanah di kampungku. sebelum ruko ruko di kontrak kan. tidak hanya di tempat kampungku tetapi ada juga di daerah daerah lainnya sudah terbayang di benak ku, setiap hari aku tinggal di rumah besar dan mewah (setidaknya untuk ukuran di kampungku), naik mobil bagus keluaran terbaru.

Harihariku sebagai istrinya memang membahagiakan dan membanggakan. Temanteman gadisku banyak yang iri dengan kehidupanku yang serba enak. Meski aku sendiri tidak yakin dengan kebahagian yang kurasakan saat itu. Hati kecilku sering dipenuhi oleh kekhawatiran yang sewaktuwaktu akan membuat hidupku jatuh merana. Aku sebenarnya bukanlah satusatunya wanita pendamping suamiku. Ia sudah beristri dengan beberapa anak. Mereka tinggal jauh di kota besar dan sama sekali tak pernah tahu akan keberadaanku sebagai madunya.

Ketika menikah pun aku sudah tahu akan statusnya ini. Aku, entah terpaksa atau memang mencintainya, memutuskan untuk menikah dengannya. Demikian pula dengan orang tuaku. Mereka malah sangat mengharapkan aku menjadi istrinya. Mungkin mereka mengharapkan kehidupan kami akan berubah, derajat kami meningkat dan dipandang oleh semua orang kampung bila aku sudah menjadi istrinya. Mungkin memang sudah nasibku untuk menjadi istri kedua, lagi pula hidupku cukup bahagia dengan statusku ini.

Semua itu kurasakan setahun yang lalu. Begitu menginjak tahun kedua, barulah aku merasakan perubahan. Suamiku yang dulunya lebih sering berada di sisiku, kini mulai jarang muncul di rumah. Pertama seminggu sekali ia mengunjungiku, kemudian sebulan dan terakhir aku sudah tak menghitung lagi entah berapa bulan sekali dia datang kepadaku untuk melepas rindu.

Aku tak berani menghubunginya. Aku takut semua itu malah akan membuat hidupku lebih merana. Aku tak bisa membayangkan kalau istri pertamanya tahu keberadaanku. Tentunya akan marah besar dan mengadukanku ke pihak berwajib. Biarlah aku tanggung semua derita ini. Aku tak ingin orang tuaku terbawa sengsara oleh masalah kami. Mereka sudah hidup bahagia, memiliki rumah yang lebih besar, sawah dan ternakternak piaraan pemberian suamiku.

Hari hari yang kulalui semakin tidak menggairahkan. Aku berusaha untuk menyibukan diri dengan berbagai kerjaan agar tak merasa bosan ditinggal suami dalam waktu lama. Tetapi semua itu tidak membuat perasaanku tenang. Justru menjadi gelisah, terutama di malam hari. Aku selalu termenung sendiri di ranjang sampai larut malam menunggu kantuk yang tak kunjung datang. Kurasakan sprei tempat tidurku begitu dingin, tidak seperti di harihari awal pernikahan kami dulu. Sprei tempat tidurku tak pernah rapi, selalu acakacakan dan hangat bekas pergulatan tubuh kami yang selalu berkeringat. Di saatsat seperti inilah aku selalu merasakan kesedihan yang mendalam, gelisah mendambakan kehangatan seperti dulu. Rindu akan cumbuan hangat suamiku yang sepertinya tak pernah padam meski usianya sudah mulai menua.

Kalau sudah terbayang semua itu, aku menjadi semakin gelisah. Gelisah oleh perasaanku yang menggebugebu. Bahkan akhirakhir ini semakin membuat kepalaku pusing. Membuatku uringuringan. Marah oleh sesuatu yang aku sendiri tak mengerti. Kegelisahan ini sering terbawa dalam impianku. Di luar sadarku, aku sering membayangkan cumbuan hangat suamiku. Bagaimana panasnya kecupan bibir suamiku di sekujur tubuhku. Aku menggelinjang setiap kali terkena sentuhan bibirnya, bergetar merasakan sentuhan lembut jemari tangannya di bagian tertentu tubuhku. Aku tak mampu menahan diri. Akhirnya aku mencumbui diriku sendiri. Tangannku menggerayang ke seluruh tubuhku sambil membayangkan semua itu milik suamiku. Pinggulku berputar liar mengimbangi gerakan jemari di sekitar pangkal pahaku. Pantatku terangkat tinggitinggi menyambut desakan benda imajinasiku ke dalam diriku. Aku melenguh dan merintih kenikmatan hingga akhirnya terkulai lemas di ranjang kembali ke alam sadar bahwa semua itu merupakan kenikmatan semu. Air mataku jatuh bercucuran, meratapi nasibku yang tidak beruntung.

Pelarianku itu menjadi kebiasaan setiap menjelang tidur. Menjadi semacam keharusan. Aku ketagihan. Sulit menghilangkan kebiasaan yang sudah menjadi kebutuhan bathinku. Aku tak tahu sampai kapan semua ini akan berakhir. Aku sudah bosan. Kecewa, marah, sedih dan entah apalagi yang ada dalam perasaanku saat ini. Kepada siapa aku harus melampiaskan semua ini? Suamiku? Entah kapan ia datang lagi. Kepada orang tua? Apa yang bisa mereka perbuat? Oohh.. aku hanya bisa menangisi penderitaan ini.

Aku memang gadis kampung yang tak tahu keadaan. Aku tak pernah sadar bahwa keadaanku seharihari menarik perhatian seseorang. Aku baru tahu kemudian bahwa ternyata Kang Hendi, suami kakakku, mengikuti perkembanganku seharihari. Mereka memang tinggal di rumahku. Aku sengaja mengajak mereka tinggal bersama, karena rumahku cukup besar untuk menampung mereka bersama anak tunggalnya yang masih balita. Sekalian menemaniku yang hidup seornag diri.

Kasihan Neng Anna, temenin aja. Biar rumah kalian yang di sana dikontrakan saja demikian saran orang tuaku waktu itu.

Aku pun tak keberatan. Akhirnya mereka tinggal bersamaku. Semuanya berjalan normal saja. Tak ada permasalahan di antara kami semua, sampai suatu malam ketika aku sedang melakukan hal rutin terperanjat setengah mati saat kusadari ternyata aku tidak sedang bermimpi bercumbu dengan suamiku. Sebelum sadar, aku merasakan kenikmatan yang luar biasa sekali. Terasa lain dengan khayalanku selama ini. Apalagi ketika puting payudaraku dijilat dan dihisaphisap dengan penuh gairah. Aku sampai mengerang saking nikmatnya. Rangsangan itu semakin bertambah hebat menguasai diriku. Kecupan itu semakin menggila, bergerak perlahan menelusuri perutku terus ke bawah menuju lembah yang ditumbuhi semaksemak lebat di sekitar selangkanganku. Aku hampir berteriak saking menikmatinya. Ini merupakan sesuatu yang baru, yang tak pernah dilakukan oleh suamiku. Bahkan dalam mimpipun, aku tak pernah membayangkan sampai sejauh itu. Di situlah aku baru tersadar. Terbangun dari mimipiku yang indah. Kubuka mataku dan melirik ke bawah tubuhku untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Mataku yang masih belum terbiasa dengan keadaan gelap ruangan kamar, melihat sesuatu bergerakgerak di bawah sana, di antara kedua pahaku yang terbuka lebar.

Aduh kenapa sih ini.. gumamku setengah sadar sambil menjulurkan tanganku ke bawah sana.

Tanganku memegang sesuatu seperti rambut. Kurabaraba dan baru kutahu bahwa itu adalah kepala seseorang. Aku kaget. Dengan refleks aku bangun dan merapat ke ujung ranjang sambil mencoba melihat apa terjadi. Setelah mataku terbiasa dengan kegelapan, kulihat di sana ternyata seseorang tengah merayap ke atas ranjang. Aku semakin kaget begitu kutahu orang itu adalah Kang Hendi, kakak iparku!

Saking kagetnya, aku berteriak sekuat tenaga. Tetapi aku tak mendengar suara teriakan itu. Kerongkonganku serasa tersekat. Hanya mulutku saja yang terbuka, menganga lebarlebar. Kedua mataku melotot seakan tak percaya apa yang kulihat di hadapanku adalah Kang Hendi yang bertelanjang dengan hanya memakai cawat.

Kang Hendi menghampiri sambil mengisyaratkan agar jangan berteriak. Tubuhku semakin mepet ke ujung dinding. Takut, marah dan lain sebagainya bercampur aduk dalam dihatiku melihat kehadirannya di kamarku dalam keadaan setengah telanjang seperti itu.

Kang! Lagi apa..? hanya itu yang keluar dari mulutku sementara tanganku sibuk membenahi pakaianku yang sudah tak karuan.

Aku baru sadar ternyata seluruh kancing baju tidurku semuanya terlepas dan bagian bawahnya sudah terangkat sampai ke pinggang. Untungnya saja celana dalamku masih terpakai rapi, hanya dadaku saja yang telanjang. Aku buruburu menutupi ketelanjangan dadaku karena kulihat mata Kang Hendi yang liar nampaknya tak pernah berkedip menatap ke arah sana.

Saking takutnya aku tak bisa ngomong apaapa dan hanya melongo melihat Kang Hendi semakin mendekat. Ia lalu duduk di bibir ranjang sambil meraih tanganku dan membisikan katakata rayuan bahwa aku ini cantik namun kurang beruntung dalam perkawinannya. Dadaku serasa mau meledak mendengar ucapannya. Apa hak dia untuk mengatakan semua itu? Aku tak butuh dengan belas kasihannya. Kalau saja aku tidak ingat akan istrinya, yang merupakan kakakku sendiri. Sudah kutampar mulut lancangnya itu. Apalagi ia sudah beraniberani masuk ke dalam kamarku malammalam begini.

Teringat itu aku langsung bertanya, Kemana Teh Mirna?.

Ssst, tenang ia lagi di rumah yang di sana kata Kang Hendi dengan tenang seolah tidak bersalah.

Kurang ajar, runtukku dalam hati. Pantesan berani masuk ke kamar. Tapi kok Teh Mirna nggak ngomongngomong sebelumnya.

Kok dia nggak bilangbilang mau pulang Tanyaku heran.

Tadinya mau ngomong. Tapi Kang Hendi bilang nggak usah kasihan Neng Anna sudah tidur, biar nanti Akang saja yang bilangin jelasnya.

Dasar lakilaki kurang ajar. Istrinya dibohongi biar dia bebas masuk kamarku. Aku semakin marah. Pertama ia sudah kurang ajar masuk kamarku, kedua ia berani mengkhianati istrinya yang juga kakak kandungku sendiri!

Akang sadar saya ini adikmu juga. Akang mau ngapain kemari.. Cuma.. ngh.. pake gituan aja kataku seraya melirik Kang Hendi sekilas. Aku tak berani lamalama karena takut melihat tatapannya.

Neng.. panggilnya dengan suara parau.

Akang kasihan lihat Neng Anna. Akhirakhir ini kelihatannya semakin menderita saja ucapnya kemudian.

Akang tahu dari mana saya menderita sergahku dengan mata mendelik.

Eh.. jangan marah ya. Itu.. nggh.. Akang.. anu.. katanya dengan raguragu.

Ada apa kang? tanyaku semakin penasaran sambil menatap wajahnya lekatlekat.

Anu.. eh, Akang lihat kamu selalu kesepian. Lama ditinggal suami, jadi Akang ingin Bantu kamu katanya tanpa malumalu.

Maksud Akang?

Ini.. Akang, maaf neng.., pernah lihat Neng Anna kalau lagi tidur suka.. ungkapnya setengahsetengah.

Jadi Akang suka ngintip saya? tanyaku semakin sewot.

Kulihat ia mengangguk lemah untuk kemudian menatapku dengan penuh gairah.

Akang ingin menolong kamu bisiknya hampir tak terdengar.

Kepalaku serasa dihantam petir mendengar pengakuan dan keberaniannya mengungkapkan isi hatinya. Sungguh kurang ajar lelaki ini. Berbicara seperti itu tanpa merasa bersalah. Dadaku serasa sesak oleh amarah yang tak tersalurkan. Aku terdiam seribu bahasa, badanku serasa lemas tak bertenaga menghadapi kenyataan ini. Aku malu sekali pelampiasanku selama ini diketahui orang lain. Aku tak tahu sampai sejauh mana Kang Hendi melihat rahasia di tubuhku. Aku tak ingin membayangkannya.

Kang Hendi tidak menyerah begitu saja melihat kemarahanku. Kebingunganku telah membuat diriku kurang waspada. Aku tak tahu sejak kapan Kang Hendi merapatkan tubuhnya kepadaku. Aku terjebak di ujung ranjang. Tak ada jalan bagiku untuk melarikan diri. Semuanya tertutup oleh tubuhnya yang jauh lebih besar dariku. Aku menyembunyikan kepalaku ketika ia merangkul tubuhku. Tercium aroma khas lelaki tersebar dari tubuh Kang Hendi. Aku rasakan otototot tubuhnya yang keras menempel di tubuhku. Kedua tangannya yang kekar melingkar sehingga tubuhku yang jauh lebih mungil tertutup sudah olehnya. Aku berontak sambil mendorong dadanya. Kang Hendi malah mempererat pelukannya. Aku terengahengah dibuatnya. Tenagaku sama sekali tak berarti dibanding kekuatannya. Nampaknya usaha siasia belaka melawan tenaga lelaki yang sudah kesurupan ini.

Kang inget.. saya kan adik Akang juga. Lepasin saya kang. Saya janji nggak akan bilang sama teteh atau siapa aja.. pintaku memelas saking putus asanya.

Hibaanku sama sekali tak dihiraukan. Kang Hendi memang sudah kerasukan. Wajahku diciumi dengan penuh nafsu bahkan tangannya sudah mulai menariknarik pakaian tidurku. Aku berusaha menghindar dari ciuman itu sambil menahan pakaianku agr tak terbuka. Kami berkutat saling bertahan. Kudorong tubuh Kang Hendi sekuat tenaga sambil terusterusan mengingatkan dia agar menghentikan perbuatannya. Lelaki yang sudah kerasukan ini mana bisa dicegah, justru sebaliknya ia semakin garang. Pakaian tidurku yang terbuat dari kain tipis tak mampu menahan kekuatan tenaganya. Hanya dengan sekali sentakan, terdengar suara pakaian dirobek. Aku terpekik kaget. Pakaianku robek hingga ke pinggang dan memperlihatkan dadaku yang sudah tak tertutup apaapa lagi.

Kulihat mata Kang Hendi melotot menyaksikan buah dadaku yang montok dan kenyal, menggelantung indah dan menggairahkan. Kedua tanganku dengan cepat menutupi ketelanjanganku dari tatapan liar mata lelaki itu. Upayaku itu membuat Kang Hendi semakin beringas. Ia marah dan menarik kedua kakiku hingga aku terlentang di ranjang. Tubuhnya yang besar dan kekar itu langsung menindihku. Nafasku sampai tersengal menahan beban di atas tubuhku.

Kang jangan! cegahku ketika ia membuka tangannku dari atas dadaku.

Kedua tanganku dicekal dan dihimpit masingmasing di sisi kepalaku. Dadaku jadi terbuka lebar mempertontonkan keindahan buah dadaku yang menjulang tegar ke atas. Kepalaku merontaronta begitu kurasakan wajahnya mendekat ke atas dadaku. Kupejamkan mataku. Aku tak ingin menyaksikan bagian tubuhku yang tak pernah tersentuh orang lain kecuali suamiku itu, dirambah dengan kasar oleh Kang Hendi. Aku tak rela ia menjamahnya. Kucoba meronta di bawah himpitan tubuhnya. Siasia saja. Air mataku langsung menetes di pipi. Aku tak sanggup menahan tangisku atas perbuatan tak senonoh ini.

Kulihat wajah Kang Hendi menyeringai senang melihatku tak meronta lagi. Ia terus merayuku sambil berkata bahwa dirinya justru menolong diriku. Ia, katanya, akan berusaha memberikan apa yang selama ini kudambakan.

Kamu tenang aja dan nikmati. Akang janji akan pelanpelan. Nggak kasar asal kamu jangan berontak.. katanya kemudian.

Aku tak ingin mendengarkan umbaran bualan dan rayuannya. Aku tak mau Kang Hendi mengucapkan katakata seperti itu, karena aku tak rela diperlakukan seperti ini. Aku benarbenar tak berdaya di bawah kekuasaannya. Aku hanya bisa terkulai pasrah dan terpaksa membiarkan Kang Hendi menciumi wajahku sesuka hati. Bibirnya dengan leluasa mengulum bibirku, menjilati seluruh wajahku. Aku hanya diam tak bergerak dengan mata terpejam.

Hatiku menjerit merasakan cumbuannya yang semakin liar, menggerayang ke leher dan teus turun ke atas dadaku. Aku menahan nafas manakala bibirnya mulai menciumi kulit di seputar buah dadaku. Lidahnya menarinari dengan bebas menelusuri kemulusan kulit buah dadaku. Kadangkadang lidahnya menjentik sekalisekali ke atas putingku.

Nggak rela.. nggak rela..! jeritku dalam hati.

Kudengar nafasnya semakin menderu kencang. Terdengar suara kecipakan mulutnya yang dengan rakus melumat seluruh payudaraku yang montok. Seolah ingin merasakan setiap inci kekenyalannya. Aku seakan terpana oleh cumbuannya. Hatiku bertanyatanya. Apa yang sedang terjadi pada diriku. Kemana tenagaku? Kenapa aku tidak berontak? Kenapa membiarkan Kang Hendi berbuat semaunya padaku? Aku mendengus frustrasi oleh perasaanku sendiri. Aku benci pada diriku sendiri yang begitu mudah terpedaya oleh kelihaiannya bercumbu. Terjadi konflik bathin dalam diriku. Di satu sisi, aku tak ingin diriku menjadi sasaran empuk nafsu lelaki ini. Aku adalah seorang wanita bersuami. Terpandang. Memiliki kehormatan. Aku bukanlah wanita murahan yang dapat sesuka hati mencari kepuasan. Tetapi di sisi lain, aku merasakan suatu desakan dalam diriku sendiri. Suatu keinginan yang begitu kuat, meletupletup tak terkendali. Kian lama kian kuat desakannya. Tubuhku sampai berguncang hebat merasakan perang bathin ini. Aku tak tahu mana yang lebih kuat. Bukankah perasaan ini yang kuimpikan setiap malam?

Tanpa sadar dari bibirku meluncur desisan dan rintihan lembut. Meski sangat perlahan, Kang Hendi dapat mendengarnya dan merasakan perubahan yang terjadi dari tubuhku. Ia ersenyum penuh kemenangan. Ia nampak begitu yakin bahwa aku akan menyerah kepadanya. Bahkan kedua cekalan tangannya pada tanganku pun dilepaskan dan berpindah ke atas buah dadaku untuk meremasnya. Ia sangat yakin aku tak akan berontak meski tanganku sudah terbebas dari cekalannya.

Memang tak dapat dipungkiri keyakinan Kang Hendi ini. Aku sendiri tidak memanfaatkan terbebasnya tanganku untuk mendorong tubuhnya dari atasku. Aku malah menaruhnya di atas kepala Kang Hendi yang bergerak bebas di atas dadaku. Tanganku malah meremas rambutnya, menekan kepalanya ke atas dadaku.

Kang udah.. jangaann..! rintihku masih memintanya berhenti.

Oh sungguh munafik sekali diriku! Mulutku terusterusan mencegah namun kenyataannya aka malah mendorongnya untuk berbuat lebih jauh lagi. Akal sehatku sudah hilang entah kemana. Aku sudah tak ingat akan suamiku, kakakku, atau diriku sendiri. Yang kuingat hanyalah rangsangan dahysat akibat jilatan dan kuluman bibir Kang Hendi di seputar putingku. Tangannku menggerayang di atas punggungnya. Merabaraba kekerasan otototot pejalnya. Aku semakin terbang melayang, membayangkan keperkasaannya. Inikah jawaban atas semua mimpimimpiku selama ini? Haruskah semua ini kulakukan? Meski dengan kakak iparku sendiri? Apakah aku harus mengorbankan semuanya? Pengkhianatan pada suamiku? Kakakku? Hanya untuk memuaskan keinginanku seorang? Aakkhh.. tidak.. tidak! jeritku mengingat semua ini.

Cerita Dewasa Namun apa mau dikata, cumbuan Kang Hendi yang begitu lihai sepertinya tahu persis keinginanku. Kebutuhanku yang sudah cukup lama terkekang. Letupan gairah wanita kesepian yang tak pernah terlampiaskan. Peperangan dalam bathinku usai sudah dan aku lebih mengikuti naluri gairah birahiku.

Akaangg..! jeritku lirih tak sadar memanggil namanya saat puting susuku disedot kuatkuat.

Aku menggelinjang kegelian. Sungguh nikmat sekali hisapan itu. Luar biasa. Kurasakan selangkanganku mulai basah, meradang. Tubuhku menggeliatgeliat bagai ular kepanasan mengimbangi permainan lidah dan mulut Kang Hendi di buah dadaku yang terasa semakin menggelembung keras.

Oohh Neng.. bagus sekali teteknya. Akang suka sekali.. mmpphh.. wuiihh.. montok banget komentar Kang Hendi.

Sebenarnya hatiku tak menerima ucapanucapan kotor yang keluar dari mulut Kang Hendi. Sepertinya aku ini wanita murahan, yang biasa mengobral tubuhnya hanya demi kepuasan lelaki hidung belang. Tetapi perasaan itu akhirnya tertutup oleh kemahirannya dalam mencumbu diriku. Tubuhku sepertinya menyambut hangat setiap kecupan hangat bibirnya. Badanku melengkung dan dadaku dibusungkan untuk mengejar kecupan bibirnya. Nampaknya justru akulah yang menjadi agresif. Liar seperti kuda binal yang baru lepas kandang.

Mmpphh.. Neng Anna.. kalau saja Akang dari dulu tahu. Tentunya Neng nggak perlu lagi gelisah tiap malam sendirian. Akang pasti mau nemenin semalamam.. celoteh Kang Hendi seakan tak tahu betapa malunya diriku mendengar ucapan itu.

Baca juga : Nyonya Muda Yang Kesepian Karena Sendiri

Aku sudah tak perduli lagi dengan celotehan tak senonohnya. Aku sudah memutuskan untuk menikmati apa yang sedang kunikmati saat ini. Kudorong kepala kang Hendi ke bawah menyusur perutku. Aku ingin merasakan seperti saat kubermimpi tadi. Rupanya Kang Hendi mengerti keinginanku. Dengan nafsu menggebugebu, ia mulai bergerak. Kedua tangannya menelusup ke bawah tubuhku, mencekal pinggangku. Mengangkat pinggulku sedikit kemudian tangannya ditarik ke bawah meraih tepian celana dalamku dan memelorotkannya hingga terlepas dari kedua kakiku. Aku mengikuti apa yang ia lakukan. Aku kini sudah terbebas. Pakaian tidurku entah sudah tercampak dimana. Tubuhku sudah telanjang bulat, tanpa sehelai benangpun yang menghalangi.

Kulirik Kang Hendi terbelalak memandangi ketelanjanganku. Ia seolah tak percaya dengan apa yang ada dihadapan matanya kini. Gairahku seakan mau meletup melihat tatapan penuh pesona mata Kang Hendi. Membuatku demikian tersanjung. Aku bangga dikarunia bentuk tubuh yang begitu indah. Kedua dadaku membusung penuh, keras dan kenyal. Perutku ramping dan rata. Pinggulku memiliki lekukan yang indah dan pantatku bulat penuh, menungging indah. Kedua kakiku panjang dan ramping. Mulai dari pahaku yang gempal dan bentuk betisku yang menggairahkan.

Mungkin kang Hendi tak pernah mengira akan keindahan tubuhku ini karena memang seharihari aku selalu menggunakan pakaian yang tidak pernah menonjolkan lekukan tubuhku. Aku bisa membayangkan bagaimana terkagumkagumnya Kang Hendi melihatku dalam keadaan telanjang bulat.

Neng.. kamu cantik sekali. Sempurna.. oohh indah sekali. Mmhh.. teteknya montok dan aakkhh.. lebat sekali.. puji Kang Hendi tak hentihentinya menatap selangkanganku yang dipenuhi bulu hitam lebat, kontras dengan warna kulitku yang putih bersih.

Mataku melirik ke bawah melihat tonjolan keras di balik cawatnya. Uugghh.. kurasakan dadaku berdegub, selangkanganku berdenyut dan semakin membasah oleh gairah membayangkan batang keras dibalik cawatnya. Gede sekali dan panjang! Lenguhku dalam hati sambil menahan rangsangan hebat.

Kaanngg.. ngghh.. jangan ngeliatin aja. Khan malu.. rengekku manja dengan gaya mulai bergenitgenit.

Seakan baru tersadar dari keterpesonaannya, Kang Hendi lalu mulai beraksi.

Abisnya cantik sekali kamu sih, Neng katanya kemudian seraya melepaskan cawatnya hingga ia pun kini samasama telanjang.

Kulihat batang kontolnya yang keras itu meloncat keluar seperti ada pernya begitu lepas dari kungkungan cawatnya. Mengacung tegang dengan gagahnya. Aku terbelalak melihatnya. Benar saja besar dan panjang. Kulihat ototototnya melingkar di sekujur batang itu. Aku sudah tak sabar ingin merasakan kekerasannya dalam genggamanku. Terus terang baru kali ini aku melihat kontol selain milik suamiku. Dan apa yang dimiliki kang Hendi membuat punya suamiku seperti milik anak kecil saja. Lagilagi aku membandingbandingkan. Buruburu pikiran itu kubuang. Aku lebih suka menyambut kedatangan Kang Hendi menindih tubuhku lagi.

Kini aku langsung menyambut hangat ciumannya sambil merangkulnya dengan erat. Ciuman Kang Hendi benarbenar menghanyutkan. Aku dibuatnya bergairah. Apalagi kurasakan gesekan kontol yang keras di atas perutku semakin membuat gairahku meledakledak. Kang Hendi lalu kembali menciumi buah dadaku. Kali ini kusodorkan dengan sepenuh hati. Kurasakan hisapan dan remasannya dengan penuh kenikmatan. Tanganku mulai berani lebih nakal. Menggerayang ke sekujur tubuhnya, bergerak perlahan namun pasti ke arah batangnya. Hatiku berdesir kencang merasakan batang nan keras itu dalam genggamanku. Kutelusuri mulai dari ujung sampai pangkalnya. Jemariku menarinari lincah menelusuri uraturat yang melingkar di sekujur batangnya. Kukocok perlahan dari atas ke bawah dan sebaliknya. Terdengar Kang Hendi melenguh perlahan. Kuingin ia merasakan kenikmatan yang kuberikan. Ujung jariku menggelitik moncongnya yang sudah licin oleh cairannya. Lagilagi Kang Hendi melenguh. Kali ini lebih keras.

Tibatiba saja ia membalikkan tubuhnya. Kepalanya persis berada di atas selangkanganku sementara miliknya persis di atas wajahku. Kulihat batangnya bergelantungan, ujungnya menggesekgesek mulutku. Entah dari mana keberanianku muncul, mulutku langsung menangkap kontolnya. Kukulum pelanpelan. Sesungguhnya aku tak pernah melakukan hal ini kepada suamiku sebelumnya. Aku tak mengerti kenapa aku bisa berubah menjadi binal, tak ada bedanya dengan perempuanperempuan nakal di jalanan. Namun aku tak peduli. Aku ingin merasakan kebebasan yang sebenarbenarnya. Kuingin semua naluriku melampiaskan fantasifantasi liar yang ada dalam diriku. Kuingin menikmati semuanya.

Kang Hendi tak mau kalah. Lidahnya menjulur menelusuri garis memanjang bibir kemaluanku. Aku terkejut seperti terkena listrik. Tubuhku bergetar. Kurasakan darahku berdesir kemanamana. Lidah Kang Hendi bermain lincah. Menjilat, menusuknusuk, menerobos rongga rahimku. Aku seperti melayanglayang di atas awan. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa selama hidupku. Aku tak pernah merasakan dijilati seperti itu sebelumnya. Nikmatnya sungguh tak terkira. Pinggulku tak bisa diam, mengikuti kemana jilatan lidah Kang Hendi berada.

Tubuhku seperti dialiri listrik berkekuatan tinggi. Gemetar menahan desakan kuat dalam tubuhku. Rasanya aku tak tahan menerima kenikmatan ini. Perutku mengejang. Kakiku merapat, menjepit kepala Kang Hendi. Seluruh ototototku menegang. Jantungku serasa berhenti. Aku berkutat sekuat tenaga sampai akhirnya ku tak mampu lagi dan langsung melepaskannya diiringi jeritan lirih dan panjang. Tubuhku menghentak berkalikali mengikuti semburan cairan hangat dari dalam liang memekku. Aku terhempas di atas ranjang dengan tubuh lunglai tak bertenaga. Puncak kenikmatan yang kucapai kali ini sungguh luar biasa dan dahysat. Aku merasa telah terbebas dari sesuatu yang sangat menyesakan dada selama ini.

Oohh.. Kaanngg.. ngghh.. enak sekali.. rintihku tak kuasa menahan diri.

Aku sendiri tak sadar dengan apa yang kuucapkan. Sungguh memalukan sekali pengakuan atas kenikmatan yang kurasakan saat itu. Aku tak ingin Kang Hendi menilai rendah diriku. Ku tak ingin ia tahu aku sangat menikmati cumbuannya. Kulihat Kang Hendi tersenyum di bawah sana. Ia merasa sudah mendapatkan kemenangan atas diriku. Ia bangga dengan kehebatannya bercinta hingga mampu membuatku orgasme lebih dulu. Aku tak bisa berbuat banyak, karena harus kuakui bahwa diriku sangat membutuhkannya saat ini. Membutuhkan apa yang sedang kuggengam dalam tanganku. Benda yang tentunya akn memberikan kenikmatan yang lebih dari yang kudapatkan barusan.

Tanpa sadar jemariku meremasremas kembali batang kontolnya. Kukocok perlahan dan kumasukan ke dalam mulutku. Kukulum dan kujilatjilat. Kurasakan Kang Hendi meregang, merintih kenikmatan. Aku tersenyum melihatnya seperti itu. Aku ingin ia merasakan kenikmatan pula. Kenikmatan yang akan membuatnya memohonmohon padaku. Kulumanku semakin panas. Lidahku melatalata liar di sekujur batangnya. Aku bertekad untuk mengeluarkan air maninya secepat mungkin.

Terdengar suara selomotan mulutku. Kang Hendi merintihrintih keenakan. Rasain, runtukku dalam hati dan mulai tak sabar ingin melihat air maninya menyembur keluar. Di atas tubuhku, Kang Hendi menggerakan pinggulnya seolah sedang bersenggama, hanya saja saat itu kontolnya menancap dalam mulutku. Kuhisap, kusedot kuatkuat. Ia masih bertahan. Aku kembali berusaha tetapi nampaknya ia belum memperlihatkan tandatanda. Aku sudah mulai kecapaian. Mulutku terasa kaku. Sementara gairahku mulai bangkit kembali. Liang memekku sudah mulai mengembang dan basah kembali, sedangkan kontol Kang Hendi masih tegang dan gagah perkasa. Bahkan terasa lebih keras.

Udah Neng. Ganti posisi aja.. kata Kang Hendi kemudian seraya membalikkan tubuhnya dalam posisi umumnya bersetubuh.

Kang Hendi memang piawai dalam bercinta. Ia tidak langsung menancapkan kontolnya ke dalam memekku, tetapi digesekgesekan dulu di sekitar bibir kemaluanku. Ia sepertinya sengaja melakukan itu. Kadangkadang ditekan seperti akan dimasukan, tetapi kemudian digeserkan kembali ke ujung atas bibir kemaluanku menyentuh kelentitku. Kepalanya digosokgosokan. Aku menjerit lirih saking keenakan. Ngilu, enak dan entah apa lagi rasanya.

Kaangg.. aduuhh.. udah kang! Sshh.. mmppffhh.. ayoo kang.. masukin aja.. nggak tahan! pintaku menjeritjerit tanpa malumalu.

Aku sudah tak memikirkan lagi kehormatan diriku. Rasa gengsi atau apapun. Yang kuinginkan sekarang adalah ia segera mengisi kekosongan liang memekku dengan kontolnya yang besar dan panjang. Aku nyaris mencapai orgasme leagi hanya dengan membayangkan betapa nikmatnya kontol sebesar itu mengisi penuh liang memekku yang rapat.

Udah nggak tahan ya, Neng candanya sehingga membuatku blingsatan menahan nafsu. Kurang ajar sekali Kang Hendi ini. Ia tahu aku sudah dalam kendalinya jadi bisa mempermainkan perasaanku semaumaunya.

Aku gemas sekali melihatnya menyeringai seperti itu. Di luar dugaannya, aku langsung menekan pantatnya dengan kedua tanganku sekuat tenaga. Kang Hendi sama sekali tak menyangka hal ini. Ia tak sempat menahannya. Maka tak ayal lagi batang kontolnya melesak ke dalam liang memekku. Aku segera membuak kedua kakiku lebarlebar, memberi jalan seleluasa mungkin bagi kontolnya. Aku berteriak kegirangan dalam hati, akhirnya kontol Kang Hendi berhasil masuk seluruhnya. Meski cukup menyesakkan dan membuat liang memekku terkuak lebarlebar, tetapi aku puas dan lega karena keinginanku tercapai sudah.

Kulihat wajah Kang Hendi terbelalak tak menyangka akan perbuatanku. Ia melirik ke bawah melihat seluruh kontolnya terbenam dalam liangku. Aku tersenyum menyaksikannya.

Ia balas tersenyum, Kamu nakal ya.. katanya kemudian.

Awas, entar Akang bikin kamu mati keenakan.

Mau doongg.. jawabku dengan genit sambil memeluk tubuh kekarnya.

Kang Hendi mulai menggerakan pinggulnya. Pantatnya kulihat naik turun dengan teratur. Kadangkadang digeolgeolkan sehingga ujung kontolnya menyentuh seluruh relungrelung vaginaku. Aku turut mengimbanginya. Pinggulku berputar penuh irama. Bergerak patahpatah, kemudian berputar lagi. Goyangan ini timbul begitu saja dalam benakku. Mungkin terlalu sering nonton penyanyi dangdut bergoyang di panggung. Tetapi efeknya sungguh luar biasa. Kang hendi tak hentihentinya memuji goyanganku. Ia bilang belum pernah merasakan goyangan sehebat ini. Aku tambah bergairah. Pinggulku terus bergoyang tanpa henti sambil mengedutedutkan otot vaginaku sehingga Kang Hendi merasakan kontol seperti diemutemut.

Akkhh Neengg.. eennaakkhh.., hebaathh.. uugghh.. erangnya berulangulang.

Kang Hendi mempercepat irama tusukannya. Kurasakan batang kontol besar itu keluar masuk liang memekku dengan cepatnya. Aku imbangi dengan cepat pula. Kuingin Kang Hendi lebih cepat keluar. Aku ingin membuatnya KO! Kami saling berlomba, berusaha saling mengalahkan. Kuakui permainan Kang Hendi memang luar biasa. Mungkin kalau aku belum sempat orgasme tadi, tentunya aku sudah keluar duluan. Aku tersenyum melihat Kang Hendi nampak berusaha keras untuk bertahan, padahal sudah kurasakan tubuhnya mulai mengejangngejang. Aku berpikir ia akan segera tumpah.

Pinggulku meliukliuk liar bak kuda binal. Demikian pula Kang Hendi, pantatnya mengadukaduk cepat sekali. Semakin bertambah cepat, sudah tidak beraturan seperti tadi. Aku terperangah karena tibatiba saja terasa aliran kencang berdesir dalam tubuhku. Akh.. nampaknya aku sendiri tidak tahan lagi. Memekku terasa merekah semakin lebar, kedua ujung puting susuku mengeras, mencuat berdiri tegak. Mulut Kang Hendi langsung menangkapnya, menyedotnya kuatkuat. Menjilatinya dengan penuh nafsu. Aku membusungkan dadaku sebisa mungkin dan oohh.. rasanya aku tak kuat lagi bertahan.

Kang Hendi! Cepet keluarin juga..! teriakku sambil menekan pantatnya kuatkuat agar mendesak selangkanganku.

Beberapa detik kemudian aku segera menyemburkan air maniku disusul kemudian oleh semprotan cairan hangat dan kental menyirami seluruh liang memekku. Tubuh Kang Hendi bergetar keras. Ia peluk diriku eraterat. Aku balas memeluknya. Kami lalu bergulingan di ranjang merasakan kenikmatan puncak permainan cinta ini dengan penuh kepuasan. Kami merasakannya bersamasama. Kami sudah tidak memperdulikan tubuh kami yang sudah basah oleh peluh keringat, bantal berjatuhan ke lantai. Sprei berantakan tak karuan, terlepas dari ikatannya. Eranganku, jeritan nikmatku saling bersahutan dengan geramannya. Kedua kakiku melingkar di seputar pinggangnya. Aku masih merasakan kedutankedutan batang kontol Kang Hendi dalam memekku.

Nikmat sekali permainan gairah cinta yang penuh dengan gelora nafsu birahi ini. Aku termenung merasakan sisasisa akhir kenikmatan ini. Pikiranku menerawang jauh. Apakah aku masih bisa merasakan kehangatan ini bersama Kang Hendi. Apakah hanya sampai disini saja mengingat perselingkuhan ini suatu saat akan terungkap juga. Bagaimana akibatnya? Bagaimana perasaan kakakku? Orang tuaku, suamiku dan yang lainnya? Akh! Aku tak mau memikirkannya saat ini. Aku tak ingin kenikmatan ini terganggu oleh halhal lain. Kuingin merasakan semuanya malam ini bersama Kang Hendi. Lelaki yang telah memberikan pengalaman baru dalam bercinta. Dialah orang yang telah membuat lembaran baru dalam garis kehidupan masa depanku.

Semenjak peristiwa di malam itu, aku dan Kang Hendi selalu mencari kesempatan untuk melakukannya kembali. Ia memang seorang lelaki yang benarbenar jantan. Begitu perkasa. Aku harus akui ia memang sangat pandai memuaskan wanita kesepian seperti diriku. Ia selalu hadir dalam dekapanku dengan gaya permainan yang berlainan. Aku tidak penah bosan melakukannya, selalu ada yang baru. Salah satu diantaranya, yang juga merupakan gaya favoritku, ia berdiri sambil memangku tubuhku. Kedua kakiku melingkar di pinggangnya, tanganku bergelayut di lehernya agar tak terjatuh. Selangkanganku terbuka lebar dan batang kontolnya menusuk dari bawah. Aku bergelayutan seperti dalam ayunan mengimbangi tusukan kontolnya. Kang Hendi melakukan semua itu sambil berjalan mengelilingi kamar dan baru berhenti di depan cermin. Saat kumenoleh kebelakang aku bisa melihat bayangan pantatku bergoyanggoyang sementara kontolnya terlihat keluar masuk memekku. Sungguh asyik sekali permainan dalam gaya ini.

Namun perselingkuhanku dengan Kang Hendi berlangsung tak begitu lama. Aku sudah sangat ketakutan semua ini suatu saat terungkap. Makanya aku memutuskan untuk pindah dari kampungku agar tidak bertemu lagi dengannya. Terus terang saja, setelah kejadian itu, justru akulah yang sering memintanya untuk datang ke kamarku malammalam. Aku tak pernah bisa menahan diri. Apalagi kalau sudah melihatnya bercanda mesra dengan kakakku. Pernah suatu kali aku penasaran untuk mengintip mereka bercinta di kamarnya. Aku kebingungan sendiri sampai akhirnya lari ke kamar dan melakukannya sendiri hingga aku mencapai kenikmatan karena menunggu Kang Hendi jelas tak mungkin karena istrinya ada di rumah. Keadaan ini jelas tak mungkin berlangsung terus menerus, selain akan terungkap, akupun rasanya akan menderita harus bertahan seperti ini.

Dengan berat hati akhirnya aku pindah ke kota. Kujual semua hartaku, termasuk rumah tinggal, sawah dan ternakternak milikku untuk modal nanti di kehidupanku yang baru. Kecuali mobil karena kuanggap akan sangat berguna sebagai alat transportasi untuk menunjang kegiatanku nanti.

Istri Temanku yang Mengajak Nonton BF untuk Meningkatkan Gairah Seks

Istri Temanku yang Mengajak Nonton BF untuk Meningkatkan Gairah Seks

Cerita Hot Kenalkan nama saya Anis, usia 40 tahun, berat badan 57 kg, rambut hitam lurus dengan warna kulit antara kehitaman dan kemerahan. Sejak kecil saa tergolong pendiam, kurang pergaulan dan pengalaman. Saya berasal dari keluarga yang hidup sederhana di suatu desa agak terpencil kurang lebih 3 km dari ibu kota kecamatanku.

Saya dibesarkan oleh kedua orangtuaku dengan 5 saudara perempuanku. Jujur saja saya adalah suku B, yang ingin mengungkapkan pengalaman hidupku yang tergolong aneh seperti halnya temanteman lainnya melalui cerita porno di internet.

Singkat cerita, setelah saya menikah dengan seorang perempuan pilihan orangtuaku, saya mencoba hidup mandiri bersama istri sebagai bentuk rasa tanggungjawab saya sebagai suami dan kepala rumah tangga, meskipun rasa cintaku pada istriku tersebut belum mendalam, namun tetap saya coba menerima kenyataan ini siapa tahu di kemudian hari saya kami bisa saling mencintai secara penuh, lagi pula memang saya belum pernah sama sekali jatuh cinta pada wanita manapun sebelumnya.

Kami coba mengadu nasib di kota Kabupatenku dengan mengontrak rumah yang sangat sederhana. Beberapa bidang usaha saya coba tekuni agar dapat menanggulangi keperluan hidup kami seharihari, namun hingga kami mempunyai 3 orang anak, nasib kami tetap belum banyak berubah.

Kami masih hidup paspasan dan bahkan harapanku semula untuk mempertebal kecintaanku terhadap istriku malah justru semakin merosot saja. Untung saja, saya orangnya pemalu dan sedikit mampu bersabar serta terbiasa dalam penderitaan, sehingga perasaanku itu tidak pernah diketahui oleh siapapun termasuk kedua orangtua dan saudarasaudaraku.

Entah pengaruh setan dari mana, suatu waktu tepatnya Bulan Oktober 2003 aku sempatkan diri berkunjung ke rumah teman lamaku sewaktu kami samasama di SMA dulu. Sebut saja namanya Azis. Dia baru saja pulang dari Kalimantan bersama dengan istrinya, yang belakangan saya ketahui kalau istrinya itu adalah anak majikannya sewaktu dia bekerja di salah satu perusahaan swasta di sana. Mereka juga melangsungkan perkawinan bukan atas dasar saling mencintai, melainkan atas dasar jasa dan balas budi.

Sekitar pukul 17.00 sore, saya sudah tiba di rumah Azis dengan naik ojek yang jaraknya sekitar 1 km dari rumah kontrakan kami. Merekapun masih tinggal di rumah kontrakan, namun agak besar dibanding rumah yang kami kontrak.

Maklum mereka sedikit membawa modal dengan harapan membuka usaha baru di kota Kabupaten kami. Setelah mengamati tandatanda yang telah diberitahukan Azis ketika kami ketemu di pasar sentral kota kami, saya yakin tidak salah lagi, lalu saya masuk mendekati pintu rumah itu, ternyata dalam keadaan tertutup.

Dog.. Dog.. Dog.. Permisi ada orang di rumah kalimat penghormatan yang saya ucapkan selama 3 kali berturutturut sambil mengetukngetuk pintunya, namun tetap tidak ada jawaban dari dalam. Saya lalu mencoba mendorong dari luar, ternyata pintunya terkunci dari dalam, sehingga saya yakin pasti ada orang di dalam rumah itu.

Hanya saja saya masih ragu apakah rumah yang saya ketuk pintunya itu betul adalah rumah Azis atau bukan. Saya tetap berusaha untuk memastikannya. Setelah duduk sejenak di atas kursi yang ada di depan pintu, saya coba lagi ketukketuk pintunya, namun tetap tidak ada tandatanda jawaban dari dalam. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba mengintip dari samping rumah.

Melalui selasela jendela di samping rumahnya itu, saya sekilas melihat ada kilatan cahaya dalam ruangan tamu, tapi saya belum mengetahui dari mana sumber kilatan cahaya itu. Saya lalu bergeser ke jendela yang satunya dan ternyata saya sempat menyaksikan sepotong tubuh tergeletak tanpa busana dari sebatas pinggul sampai ujung kaki. Entah potongan tubuh lakilaki atau wanita, tapi tampak putih mulus seperti kulit wanita.

Dalam keadaan biji mataku tetap kujepitkan pada sela jendela itu untuk melihat lebih jelas lagi keadaan dalam rumah itu, dibenak saya muncul tanda tanya apa itu tubuh istrinya Azis atau Azis sendiri atau orang lain. Apa orang itu tertidur pula sehingga tersingkap busananya atau memang sengaja telanjang bulat.

Apa ia sedang menyaksikan acara TV atau sedang memutar VCD porno, sebab sedikit terdengar ada suara TV seolah film yang diputar. Pertanyaanpertanyaan itulah yang selalu mengganggu pikiranku sampai akhirnya aku kembali ke depan pintu semula dan mencoba mengetuknya kembali.

Namun baru saja sekali saya ketuk, pintunya tibatiba terbuka lebar, sehingga aku sedikit kaget dan lebih kaget lagi setelah menyaksikan bahwa yang berdiri di depan pintu adalah seorang wanita muda dan cantik dengan pakaian sedikit terbuka karena tubuhnya hanya ditutupi kain sarung. Itupun hanya bagian bawahnya saja.

Selamat siang, kembali saya ulangi kalimat penghormatan itu.
Ya, siang, jawabnya sambil menatap wajah saya seolah malu, takut dan kaget.
Dari mana Pak dan cari siapa, tanya wanita itu.
Maaf dik, numpang tanya, apa betul ini rumah Azis, tanya saya.
Betul sekali pak, dari mana yah? tanya wanita itu lemah lembut.

Saya tinggal tidak jauh dari sini dik, saya ingin ketemu Azis. Beliau adalah teman lama saya sewaktu kami samasama duduk di SMA dulu, lanjut saya sambil menyodorkan tangan saya untuk menyalaminya. Wanita itu mebalasnya dan tangannya terasa lembut sekali namun sedikit hangat.

Oh, yah, syukur kalau begitu. Ternyata ia punya teman lama di sini dan ia tak pernah ceritakan padaku, ucapannya sambil mempersilahkanku masuk. Sayapun langsung duduk di atas kursi plastik yang ada di ruang tamunya sambil memperhatikan keadaan dalam rumah itu, termasuk letak tempat tidur dan TVnya guna mencocokkan dugaanku sewaktu mengintip tadi

Setelah saya duduk, saya berniat menanyakan hubungannya dengan Azis, tapi ia nampak buruburu masuk ke dalam, entah ia mau berpakaian atau mengambil suatu hidangan. Hanya berselang beberapa saat, wanita itu sudah keluar kembali dalam keadaan berpakaian setelah tadinya tidak memakai baju, bahkan ia membawa secangkir kopi dan kue lalu diletakkan di atas meja lalu mempersilahkanku mencicipinya sambil tersenyum.

Maaf dik, kalau boleh saya tanya, apa adik ini saudara dengan Azis? tanyaku penuh kekhawatiran kalaukalau ia tersinggung, meskipun saya sejak tadi menduga kalau wanita itu adalah istri Azis.

Saya kebetulan istrinya pak. Sejak 3 tahun lalu saya melangsungkan pernikahan di Kalimantan, namun belum mengaruniai seorang anak, jawabnya dengan jujur, bahkan sempat ia cerita panjang lebar mengenai latar belakang perkawinannya, asal usulnya dan tujuannya ke Kota ini.

Setelah saya menyimak ulasannya mengenai dirinya dan kehidupannya bersama Azis, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa wanita itu adalah suku di Kalimantan yang asal usul keturunannya juga berasal dari suku di Sulawesi.

Ia kawin dengan Azis atas dasar jasajasa dan budi baik mereka tanpa didasari rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam, seperti halnya yang menimpa keluarga saya. Ia tetap berusaha dan berjuang untuk menggali nilainilai cinta yang ada pada mereka berdua siapa tahu kelak bisa dibangun.

Anehnya, meskipun kami baru ketemu, namun ia seolah ingin membeberkan segala keadaan hidup yang dialaminya bersama suami selama ini, bahkan terkesan kami akrab sekali, saling menukar pengalaman rahasia rumah tangga tanpa ada yang kami tutuptupi.

Lebih heran lagi, selaku orang pendiam dan kurang pergaulan, saya justru seolah menemukan diriku yang sebenarnya di rumah itu. Karena senang, bahagia dan asyiknya perbincangan kami berdua, sampaisampai saya hampir lupa menanyakan ke mana suaminya saat ini. Setelah kami saling memahami kepribadian, maka akhirnya sayapun menanyakan Azis (suaminya itu).

Oh yah, hampir lupa, ke mana Azis sekarang ini, kok dari tadi tidak kelihatan? tanyaku sambil menyelidiki semua sudut rumah itu.

Kebetulan ia pulang kampung untuk mengambil beras dari hasil panen orangtuanya tadi pagi, tapi katanya ia tidak bermalam kok, mungkin sebentar lagi ia datang. Tunggu saja sebentar, jawabnya seolah tidak menghendaki saya pulang dengan cepat hanya karena Azis tidak di rumah.

Kalau ke kampung biasanya jam berapa tiba di sini, tanyaku lebih lanjut.

Sekitar jam 8.00 atau 9.00 malam, jawabnya sambil menoleh ke jam dinding yang tergantung dalam ruangan itu. Padahal saat ini tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 7.00 malam.

Tak lama setelah itu, ia nampaknya buruburu masuk ke ruang dapur, mungkin ia mau menyiapkan makan malam, tapi saya teriak dari luar kalau saya baru saja makan di rumah dan melarangnya ia repotrepot menyiapkan makan malam.

Tapi ia tetap menyalakan kompornya lalu memasak seolah tak menginginkan aku kembali dengan cepat. Tak lama sesudah itu, iapun kembali duduk di depan saya melanjutkan perbincangannya. Sayapun tak kehabisan bahan untuk menemaninya. Mulai dari soalsoal pengalaman kami di kampung sewaktu kecil hingga soal rumah tangga kami masingmasing.

Karena nampaknya kami saling terbuka, maka sayapun berani menanyakan tentang apa yang dikerjakannya tadi, sampai lama sekali baru dibukakan pintu tanpa saya beritahu kalau saya mengintipnya tadi dari selah jendela. Kadang ia menatapku lalu tersenyum seolah ada sesuatu berita gembira yang ingin disampaikan padaku.

Jadi bapak ini lama mengetuk pintu dan menunggu di luar tadi? tanyanya sambil tertawa.

Sekitar 30 menit barangkali, bahkan hampir saya pulang, tapi untung saya coba kembali mengetuk pintunya dengan keras, jawabku terus terang.

Ha.. Ha.. Ha.. Saya ketiduran sewaktu nonton acara TV tadi, katanya dengan jujur sambil tertawa terbahakbahak.

Tapi bapak tidak sampai mengintip di samping rumah kan? Maklum kalau saya tertidur biasanya terbuka pakaianku tanpa terasa, tanyanya seolah mencurigaiku tadi. Dalam hati saya janganjangan ia sempat melihat dan merasa diintip tadi, tapi saya tidak boleh bertingkah yang mencurigakan.

Ti.. Ti.. Dak mungkin saya lakukan itu dik, tapi emangnya kalau saya ngintip kenapa? kataku terbatabata, maklum saya tidak biasa bohong.

Tidak masalah, cuma itu tadi, saya kalau tidur jarang pakai busana, terasa panas. Tapi perasaan saya mengatakan kalau ada orang tadi yang mengintipku lewat jendela sewaktu aku tidur. Makanya saya terbangun bersamaan dengan ketukan pintu bapak tadi, ulasnya curiga namun tetap ia ketawaketawa sambil memandangiku.

M.. Mmaaf dik, sejujurnya saya sempat mengintip lewat sela jendela tadi berhubung saya terlalu lama mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Jadi saya mengintip hanya untuk memastikan apa ada atau tidak ada orang di dalam tadi. Saya tidak punya maksud apaapa, kataku dengan jujur, siapa tahu ia betul melihatku tadi, aku bisa dikatakan pembohong.

Jadi apa yang bapak lihat tadi sewaktu mengintip ke dalam? Apa bapak sempat melihatku di atas tempat tidur dengan telanjang bulat? tanyanya penuh selidik, meskipun ia masih tetap senyumsenyum.

Saya tidak sempat melihat apaapa di dalam kecuali hanya kilatan cahaya TV dan sepotong kaki, tegasku sekali lagi dengan terus terang.

Tidak apaapa, saya percaya ucapan bapak saja. Lagi pula sekiranya bapak melihatku dalam keadaan tanpa busana, bapak pasti tidak heran, dan bukan soal baru bagi bapak, karena apa yang ada dalam tubuh saya tentu sama dengan milik istri bapak, yah khan? ulasnya penuh canda. Lalu ia berlari kecil masuk ke ruang dapur untuk memastikan apa nasi yang dimasaknya sudah matang atau belum.

Waktu di jam dinding menunjukkan sudah pukul 8.00, namun Azis belum juga datang. Dalam hati kecilku, Janganjangan Azis mau bermalam di kampungnya, aku tidak mungkin bermalam berdua dengan istrinya di rumah ini. Saya lalu teriak minta pamit saja dengan alasan nanti besok saja ketemunya, tapi istri Azis berteriak melarangku dan katanya,

Tunggu dulu pak, nasi yang saya masak buat bapak sudah matang. Kita makan bersama saja dulu, siapa tahu setelah makan Azis datang, khan belum juga larut malam, apalagi kita baru saja ketemu, katanya penuh harap agar aku tetap menunggu dan mau makan malam bersama di rumahnya.

Tak lama kemudian, iapun keluar memanggilku masuk ke ruang dapur untuk menikmati hidangan malamnya. Sambil makan, kamipun terlibat pembicaraan yang santai dan penuh canda, sehingga tanpa terasa saya sempat menghabiskan dua piring nasi tanpa saya ingat lagi kalau tadi saya bilang sudah kenyang dan baru saja makan di rumah. Malu sendiri rasanya.

Bapak ini nampaknya masih muda. Mungkin tidak tepat jika aku panggil bapak khan? Sebaiknya aku panggil kak, abang atau Mas saja, ucapnya secara tibatiba ketika aku meneguk air minum, sehingga aku tidak sempat menghabiskan satu gelas karena terasa kenyang sekali.

Apalagi saya mulai terayu atau tersanjung oleh seorang wanita muda yang baru saja kulihat sepotong tubuhnya yang mulus dan putih? Tidak, saya tidak boleh berpikir ke sana, apalagi wanita ini adalah istri teman lamaku, bahkan rasanya aku belum pernah berpikir macammacam terhadap wanita lain sebelum ini. Aku kendalikan cepat pikiranku yang mulai miring. Siapa tahu ada setan yang memanfaatkannya.

Bolehlah, apa saja panggilannya terhadapku saya terima semua, asalkan tidak mengejekku. Hitunghitung sebagai panggilan adik sendiri, jawabku memberikan kebebasan.

Terima kasih Kak atau Mas atas kesediaan dan keterbukaannya balasnya.

Setelah selesai makan, aku lalu berjalan keluar sambil memandangi sudutsudut ruangannya dan aku sempat mengalihkan perhatianku ke dalam kamar tidurnya di mana aku melihat tubuh terbaring tanpa busana tadi. Ternyata betul, wanita itulah tadi yang berbaring di atas tempat tidur itu, yang di depannya ada sebuah TV color kirakira 21 inc.

Jantungku tibatiba berdebar ketika aku melihat sebuah celana color tergeletak di sudut tempat tidur itu, sehingga aku sejenak membayangkan kalau wanita yang baru saja saya temani bicara dan makan bersama itu kemungkinan besar tidak pakai celana, apalagi yang saya lihat tadi mulai dari pinggul hingga ujung kaki tanpa busana. Namun pikiran itu saya coba buang jauhjauh biar tidak mengganggu konsentrasiku.

Setelah aku duduk kembali di kursi tamu semula, tibatiba aku mendengar suara TV dari dalam, apalagi acaranya kedengaran sekali kalau itu yang main adalah film Angling Dharma yaitu film kegemaranku. Aku tidak berani masuk nonton di kamar itu tanpa dipanggil, meskipun aku ingin sekali nonton film itu. Bersamaan dengan puncak keinginanku, tibatiba,

Kak, suka nggak nonton filmnya Angling Dharma? teriaknya dari dalam kamar tidurnya.

Wah, itu film kesukaanku, tapi sayangnya TVnya dalam kamar, jawabku dengan cepat dan suara agak lantang.

Masuk saja di sini kak, tidak apaapa kok, lagi pula kita ini khan sudah seperti saudara dan sudah saling terbuka katanya penuh harap.

Lalu saya bangkit dan masuk ke dalam kamar. Iapun persilahkan aku duduk di pinggir tempat tidur berdampingan dengannya. Aku agak malu dan takut rasanya, tapi juga mau sekali nonton film itu.

Awalnya kami biasabiasa saja, hening dan serius nontonnya, tapi baru sekitar setengah jam acara itu berjalan, tibatiba ia menawarkan untuk nonton film dari VCD yang katanya lebih bagus dan lebih seru dari pada filmnya Angling Dharma, sehingga aku tidak menolaknya dan ingin juga menyaksikannya. Aku cemas dan khawatir kalaukalau VCD yang ditawarkan itu bukan kesukaanku atau bukan yang kuharapkan.

Setelah ia masukkan kasetnya, iapun mundur dan kembali duduk tidak jauh dari tempat dudukku bahkan terkesan sedikit lebih rapat daripada sebelumnya. Gambarpun muncul dan terjadi perbincangan yang serius antara seorang pria dan seorang wanita Barat, sehingga aku tidak tahu maksud pembicaraan dalam film itu.

Baru saja aku bermaksud meminta mengganti filmnya dengan film Angling Dharma tadi, tibatiba kedua insan dalam layar itu berpelukan dan berciuman, saling mengisap lidah, bercumbu rayu, menjilat mulai dari atas ke bawah, bahkan secara perlahanlahan saling menelanjangi dan meraba, sampai akhirnya saya menatapnya dengan tajam sekali secara bergantian menjilati kemaluannya, yang membuat jantungku berdebar, tongkatku mulai tegang dan membesar, sekujur tubuhku gemetar dan berkeringat akibat gairah seks, lalu sedikit demi sedikit aku menoleh ke arah wanita disampingku yakni istri teman lamaku.

Secara bersamaan iapun sempat menoleh ke arahku sambil tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke layar. Tentu aku tidak mampu lagi membendung birahi gairah seks ku sebagai pria normal, namun aku tetap takut dan malu mengutarakan isi hatiku.

Mas, pak, suka nggak filmnya? Kalau nggak suka, biar kumatikan saja, tanyanya seolah memancing gairah seks ku ketika aku asyik menikmatinya.

Iiyah, bolehlah, suka juga, kalau adik, memang sering nonton film gituan yah? jawabku sedikit malu tapi mau dan suka sekali.

Saya dari dulu sejak awal perkawinan kami, memang selalu putar film seperti itu, karena kami samasama menyukainya, lagi pula bisa menambah gairah seks kami dikala sulit memunculkannya, bahkan dapat menambah pengalaman berhubungan, syukursyukur jika sebagian bisa dipraktekkan.

Sungguh kami ketinggalan. Saya kurang pengalaman dalam hal itu, bahkan baru kali ini saya betulbetul bisa menyaksikan dengan tenang dan jelas film seperti itu. Apalagi istriku tidak suka nonton dan praktekkan macammacam gairah seks seperti di film itu, keteranganku terus terang.

Baca juga : Ejakulasi di Dalam Vagina Istri Temanku Saat Kami Tukar Pasangan

Tapi kakak suka nonton dan permainan seperti itu khan? tanyanya lagi.
Suka sekali dan kelihatannya nikmat sekali yach, kataku secara tegas.

Jika istri kakak tidak suka dan tidak mau melakukan permainan seperti itu, bagaimana kalau aku tawarkan kerjasama untuk memperaktekkan gairah seks yang seperti itu? tanya istri teman lamaku secara tegas dan berani padaku sambil ia mendempetkan tubuhnya di tubuhku sehingga bisikannya terasa hangat nafasnya dipipiku.

Tanpa sempat lagi aku berfikir panjang, lalu aku mencoba merangkulnya sambil menganggukkan kepala pertanda setuju. Wanita itupun membalas pelukanku. Bahkan ia duluan mencium pipi dan bibirku, lalu ia masukkan lidahnya ke dalam mulutku sambil digerakgerakkan ke kiri dan ke kanan, akupun membalasnya dengan lahap sekali.

Aku memulai memasukkan tangan ke dalam bajunya mencari kedua payudaranya karena aku sama sekali sudah tidak mampu lagi menahan birahi gairah seks ku, lagi pula kedua benda kenyal itu saya sudah hafal tempatnya dan sudah sering memegangnya.

Tapi kali ini, rasanya lain daripada yang lain, sedikit lebih mulus dan lebih keras dibanding milik istriku. Entah siapa yang membuka baju yang dikenakannya, tibatiba terbuka dengan lebar sehingga nampak kedua benda kenyal itu tergantung dengan menantang.

Akupun memperaktekkan apa yang barusan kulihat dalam layar tadi yakni menjilat dan mengisap putingnya berkalikali seolah aku mau mengeluarkan air dari dalamnya. Kadang kugigit sedikit dan kukunyah, namun wanita itu sedikit mendorong kepalaku sebagai tanda adanya rasa sakit.

Selama hidupku, baru kali ini aku melihat pemandangan yang indah sekali di antara kedua paha wanita itu. Karena tanpa kesulitan aku membuka sarung yang dikenakannya, langsung saja jatuh sendiri dan sesuai dugaanku semula ternyata memang tidak ada pelapis kemaluannya sama sekali sehingga aku sempat menatap sejenak kebersihan vagina wanita itu.

Putih, mulus dan tanpa selembar bulupun tumbuh di atas gundukan itu membuat aku terpesona melihat dan merabanya, apalagi setelah aku memberanikan diri membuka kedua bibirnya dengan kedua tanganku, nampak benda kecil menonjol di antara kedua bibirnya dengan warna agak kemerahan.

Ingin rasanya aku telan dan makan sekalian, untung bukan makanan, tapi sempat saya lahap dengan lidahku hingga sedalamdalamnya sehingga wanita itu sedikit menjerit dan terengahengah menahan rasa nikmatnya lidah saya, apalagi setelah aku menekannya dalamdalam.

Kak, aku buka saja semua pakaiannya yah, biar aku lebih leluasa menikmati seluruh tubuhmu, pintanya sambil membuka satu persatu pakaian yang kukenakan hingga aku telanjang bulat. Bahkan ia nampaknya lebih tidak tahan lagi berlamalama memandangnya. Ia langsung serobot saja dan menjilati sekujur tubuhku, namun jilatannya lebih lama pada biji pelerku, sehingga pinggulku bergerakgerak dibuatnya sebagai tanda kegelian.

Lalu disusul dengan memasukkan penisku ke mulutnya dan menggocoknya dengan cepat dan berulangulang, sampaisampai terasa spermaku mau muncrat. Untung saya tarik keluar cepat, lalu membaringkan ke atas tempat tidurnya dengan kaki tetap menjulang ke lantai biar aku lebih mudah melihat, dan menjamahnya.

Setelah ia terkulai lemas di atas tempat tidur, akupun mengangkanginya sambil berdiri di depan gundukkan itu dan perlahan aku masukkan ujung penisku ke dalam vaginanya lalu menggerakgerakkan ke kiri dan ke kanan maju dan mundur, akhirnya dapat masuk tanpa terlalu kesulitan.

Dik, model yang bagaimana kita terapkan sekarang? Apa kita ikuti semua posisi yang ada di layar TV tadi, tanyaku berbisik.

Terserah kak, aku serahkan sepenuhnya tubuhku ini pada kakak, mana yang kakak anggap lebih nikmat gairah seks nya dan lebih berkesan sepanjang hayat serta lebih memuaskan kakak, katanya pasrah. Akupun meneruskan posisi tidur telentang tadi sambil aku berdiri menggocok terus, sehingga menimbulkan bunyi yang agak menambah gairah seks ku.

Ahh.. Uhh.. Ssstt.. Hmm.. Teeruus kak, enak sekali, kocok terus kakak, aku sangat menikmati gairah seks ini, demikian pintanya sambil terengah dan berdesis seperti bunyi jangkrik di dalam kamarnya itu.

Dik, gimana kalau saya berbaring dan adik mengangkangiku, biar adik lebih leluasa goyangannya, pintaku padanya.

Aku ini sudah hampir memuncak dan sudah mulai lemas, tapi kalau itu permintaan kakak, bolehlah, aku masih bisa bertahan beberapa menit lagi, jawabnya seolah ingin memuaskanku malam itu.

Tanpa kami rasakan dan pikirkan lagi suaminya kembali malam itu, apalagi setelah jam menunjukkan pukul 9.30 malam itu, aku terus berusaha menumpahkan segalanya dan betulbetul ingin menikmati pengalaman bersejarah ini bersama dengan istri teman lamaku itu.

Namun sayangnya, karena keasyikan dan keseriusan kami dalam bersetubuh malam itu, sehingga baru sekitar 3 menit berjalan dengan posisi saya di bawah dan dia di atas memompa serta menggoyang kiri kanan pinggulnya, akhirnya spermakupun tumpah dalam rahimnya dan diapun kurasakan bergetar seluruh tubuhnya pertanda juga memuncak gairah seks nya. Setelah samasama puas, kami saling berciuman, berangkulan, berjilatan tubuh dan tidur terlentang hingga pagi.

Setelah kami terbangun hampir bersamaan di pagi hari, saya langsung lompat dari tempat tidur, tibatiba muncul rasa takut yang mengecam dan pikiranku sangat kalut tidak tahu apa yang harus saya perbuat. Saya menyesal tapi ada keinginan untuk mengulanginya bersama dengan wanita itu. Untung malam itu suaminya tidak kembali dan kamipun berusaha masuk kamar mandi membersihkan diri.

Walaupun terasa ada gairah seks baru lagi dan ingin mengulangi di dalam kamar mandi, namun rasa takutku lebih mengalahkan gairah seks ku sehingga aku mengurungkan niatku itu dan langsung pamit dan samasama berjanji akan mengulanginya jika ada kesempatan. Saya keluar dari rumah tanpa ada orang lain yang melihatku sehingga saya yakin tidak ada yang mencurigaiku.

Selingkuh Dengan Kakak Ipar Setiap Ada Kesempatan

Selingkuh Dengan Kakak Ipar Setiap Ada Kesempatan

Selingkuh Dengan Kakak Ipar Setiap Ada Kesempatan

Selingkuh Dengan Kakak Ipar Setiap Ada Kesempatan – Blog Sange Aku punya seorang kakak ipar, Ery Puspadewi namanya. Usianya sudah 36 tahun, lebih tua 5 tahun dari istriku. Mbak Ery, begitu aku memanggilnya, sudah menikah dengan dua anak. Berbeda dengan istriku yang cenderung kurus, Mbak Ery berbody montok dengan dada dan pantat yang lebih besar dibanding istriku.
Rumah Mbak Ery tidak terlalu jauh dengan rumahku sehingga aku dan istriku sering berkunjung dan juga sebaliknya. Tapi aku lebih suka berkunjung ke rumahnya, karena di rumahnya, Mbak Ery biasa memakai pakaian rumah yang santai bahkan cenderung terbuka.
Pernah suatu pagi aku berkunjung, dia baru saja bangun tidur dan mengenakan daster tipis tembus pandang yang menampakkan buah dada besarnya tanpa bra. Pernah juga aku suatu waktu Mbak Ery dengan santainya keluar kamar mandi dengan lilitan handuk dan tiba2x handuk itu melorot sehingga aku terpana melihat tubuh montoknya yg bugil. Sayang waktu itu ada istriku sehingga aku berlagak buang muka.
Suatu pagi di hari Minggu, aku diminta istriku mengantarkan makanan yang dibuatnya untuk keponakannya, anakanak Mbak Ery. Tanpa pikir panjang aku langsung melajukan mobilku ke rumah Mbak Ery, kali ini sendirian saja. Dan satu hal yang membuatku semangat adalah fakta bahwa suami Mbak Ery sedang tidak ada di rumah.
Sampai di rumah Mbak Ery, semua masih tidur sehingga yang membukakan pintu adalah pembantunya. Aku masuk ke dalam rumah dan setelah yakin si pembantu naik ke kamarnya di atas, aku mulai bergerilya.
Dengan perlahan aku membuka pintu kamar Mbak Ery, dan seperti sudah kuduga, Mbak Ery tidur dengan daster tipisnya yang bagian bawahnya sudah tersingkap hingga paha dan celana dalam warna hitamnya. Aku meneguk ludah dan langsung konak melihat paha montok yang putih mulus itu, apalagi lengkap dengan CD hitam yang kontras dengan kulit putihnya.
Pagi itu aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa menjajal tubuh montok kakak iparku. Tekadku sudah bulat untuk menikmati setiap lekukan tubuhnya. Setelah puas melihat pemandangan di kamar, aku kemudian menuju meja makan di mana kulihat dua gelas teh manis sudah terhidang, satu untukku dan satunya pasti untuk Mbak Ery.
Dengan penuh semangat aku meneteskan cairan perangsang yang kubeli beberapa waktu lalu ke dalam teh Mbak Ery. Aku berharap wanita itu akan dipenuhi birahi sehingga tidak menolak untuk aku sentuh.
Dewi keberuntungan memang sedang memihakku pagi itu. Tak berapa lama, Mbak Ery bangun dan seperti biasa, dengan santainya dia berjalan keluar kamar masih dengan daster minim itu yang membuatku semakin tergilagila.
Eh, ada Farhan, udah lama?, sapanya dengan suara serak yang terdengar seksi, seseksi tubuhnya.
Baru mbak, antar makanan buatan Rina, jawabku sambil melihat dengan jelas buah dada besarnya yang nobra itu.
Mbak Ery memang sangat cuek, dia tidak memperdulikan mataku yang nakal memandangi buah dadanya yang menggelantung di balik daster tipisnya. Dengan gontai ia menuju meja makan dan menghirup teh yang sudah kuberikan cairan perangsang. Menurut teori, dalam waktu 5 sampai 10 menit ke depan, hormon progesteron Mbak Ery akan meningkat dan ia akan terbakar nafsu birahi.
Setelah minum teh, Mbak Ery masuk ke kamar mandi untuk cuci muka, pipis dan pastinya cuci meki lah, he3x
Keluar dari kamar mandi, wajah Mbak Ery memang sudah lebih segar. Masih dengan daster tipis yang memberikan informasi maksimal itu, dia memanggil pembantunya dan menyuruh ke pasar.
Wah, tambah perfect deh, pikirku.
Setelah sedikit beraktivitas di ruang makan, ia kembali ke kamar. Pasti dia akan ganti baju pikirku.
Dengan perlahan aku mengikuti di belakangnya. Dan benar juga seperti dugaanku, Mbak Ery tidak menutup dengan baik pintu kamarnya. Dia begitu cuek atau sengaja memberikanku kesempatan mengintipnya berganti baju.
Penisku semakin mengeras melihat Mbak Ery menanggalkan dasternya dan oh, rupanya obat perangsangku sudah mulai bekerja. Mbak Ery tampak gelisah lalu mengusapusap selangkangannya dengan tangan. Aku seperti diberi berkah pagi itu, Mbak Ery benar2x seperti terangsang hebat. Dia dengan sedikit terburuburu melepas CD hitamnya sehingga kini ia benar2x bugil di kamar.
Kemudian kulihat ia mengusapusap bagian meki dan sekitarnya dengan tangan. Wah tak akan kubiarkan dia melakukan masturbasi.
Dengan semangat 45 dan penuh percaya diri, aku membuka celanaku dan membiarkan penisku yang sudah konak dari tadi mengacung bebas.
Walau dengan sedikit canggung, aku beranikan diri membuka pintu kamarnya.
Farhan kamu, Mbak Ery menjerit melihat aku masuk ke kamarnya sementara dia sedang bugil dan lebih kaget lagi melihat aku tanpa celana dan mengacungkan penis ke arahnya.
Daripada pakai tangan, pakai ini aja Mbak, pintaku seraya memegang batang penisku.
Gila kamu, jangan kurang ajar, sergahnya ketika aku mendekati tubuh bugilnya.
Mbak Ery menampik tanganku yang ingin menjamahnya, tapi nafsu birahi yang membakar otaknya membuatnya tak cukup tenaga untuk menolak lebih lanjut sentuhanku.
Ketika tanganku berhasil meraih buah dada dan meremasnya, dia hanya bilang Gila kamu!, tapi tak sedikitpun menjauhkan tanganku untuk meremasremas buah dada dan memilin puting susunya.

Selingkuh Dengan Kakak Ipar Setiap Ada Kesempatan

Aku sudah merasa di atas angin. Mbak Ery hanya bersumpah serapah, namun tubuhnya seperti pasrah. Setiap sentuhan dan remasan tanganku di tubuhnya hanya direspon dengan kata kurang ajar dan gila kamu, namun aku merasa yakin dia menikmatinya.
Dugaanku betul, Mbak Ery akhirnya dengan malu2x memegang batang penisku.
Besar banget punya kamu Farhan, serunya.
Pingin masuk memek Mbak tuh jawabku.
Mbak Ery tersenyum manja,Gila kamu!
Iya mbak, saya memang tergilagila pada Mbak, rayuku sambil terus memilin puting susunya yang sudah mengeras.
Mbak Ery semakin relaks dan pasrah. Kini dengan sangat mudah aku bisa meraih daerah selangkangannya yang berbulu tipis dan mulai merabaraba vaginanya yang ternyata sudah becek.
Kayanya memeknya udah minta nih Mbak, kataku.
Gila kamu!, entah sudah berapa kali dia mengeluarkan kata itu pagi ini.
Nungging Mbak, saya masukin dari belakang, pintaku untuk doggy style.
Mbak Ery masih dengan sumpah serapah menuruti kemauanku. Kini pantat bahenolnya terpampang di hadapanku, pantat yang selama ini aku impikan itu akhirnya bisa kuraih dan kuremasremas.
Dengan perlahan, aku memasukkan batang penisku ke dalam liang vaginanya. Tidak sulit tentu saja, maklum sudah punya dua anak dan memang sudah becek pula.
Maka adegan selanjutnya sudah bisa ditebak, Mbak Ery yang sudah terbakar birahi tentu saja orgasme lebih dulu akibat pompa penisku pada vaginanya.
Namun sekali lagi, pagi itu memang milikku. Meskipun sudah orgasmu, kakak iparku yang montok itu tetap penuh birahi meladeni permainanku sampai akhirnya kami merasakan orgasme secara bersama. Nikmatnya luar biasaaaa.
Sembarangan kamu numpahin sperma di memekku ya Farhan, jeritnya ketika aku memuncratkan spermaku ke dalam rahimnya.
Habis memek Mbak enak sih., seruku di telinganya. Kakak iparku hanya melejatlejat menikmati orgasmenya juga.
Selesai orgasme, seperti sepasang kekasih, kami berciuman.
Kamu memang gila Farhan, awas jangan bilang siapa2x ya!, serunya perlahan.
Ya iyalah Mbak, masa mau ceritacerita.., candaku. Dia pun tertawa lepas.
Kapankapan lagi ya Mbak, pintaku.
Gila kamu gila jeritnya sambil berjalan ke kamar mandi.
Penisku semakin mengeras melihat Mbak Ery menanggalkan dasternya dan oh, rupanya obat perangsangku sudah mulai bekerja. Mbak Ery tampak gelisah lalu mengusapusap selangkangannya dengan tangan. Aku seperti diberi berkah pagi itu, Mbak Ery benar2x seperti terangsang hebat. Dia dengan sedikit terburuburu melepas CD hitamnya sehingga kini ia benar2x bugil di kamar.

Selingkuh Dengan Kakak Ipar Setiap Ada Kesempatan

Kemudian kulihat ia mengusapusap bagian meki dan sekitarnya dengan tangan. Wah tak akan kubiarkan dia melakukan masturbasi.
Dengan semangat 45 dan penuh percaya diri, aku membuka celanaku dan membiarkan penisku yang sudah konak dari tadi mengacung bebas.
Walau dengan sedikit canggung, aku beranikan diri membuka pintu kamarnya.
Farhan kamu, Mbak Ery menjerit melihat aku masuk ke kamarnya sementara dia sedang bugil dan lebih kaget lagi melihat aku tanpa celana dan mengacungkan penis ke arahnya.
Daripada pakai tangan, pakai ini aja Mbak, pintaku seraya memegang batang penisku.
Gila kamu, jangan kurang ajar, sergahnya ketika aku mendekati tubuh bugilnya.
Mbak Ery menampik tanganku yang ingin menjamahnya, tapi nafsu birahi yang membakar otaknya membuatnya tak cukup tenaga untuk menolak lebih lanjut sentuhanku.
Ketika tanganku berhasil meraih buah dada dan meremasnya, dia hanya bilang Gila kamu!, tapi tak sedikitpun menjauhkan tanganku untuk meremasremas buah dada dan memilin puting susunya.

Baca juga : Cerita Porno Meki ABG Perawan

Aku sudah merasa di atas angin. Mbak Ery hanya bersumpah serapah, namun tubuhnya seperti pasrah. Setiap sentuhan dan remasan tanganku di tubuhnya hanya direspon dengan kata kurang ajar dan gila kamu, namun aku merasa yakin dia menikmatinya.
Dugaanku betul, Mbak Ery akhirnya dengan malu2x memegang batang penisku.
Besar banget punya kamu Farhan, serunya.
Pingin masuk memek Mbak tuh jawabku.
Mbak Ery tersenyum manja,Gila kamu!
Iya mbak, saya memang tergilagila pada Mbak, rayuku sambil terus memilin puting susunya yang sudah mengeras.
Mbak Ery semakin relaks dan pasrah. Kini dengan sangat mudah aku bisa meraih daerah selangkangannya yang berbulu tipis dan mulai merabaraba vaginanya yang ternyata sudah becek.
Kayanya memeknya udah minta nih Mbak, kataku.
Gila kamu!, entah sudah berapa kali dia mengeluarkan kata itu pagi ini.
Nungging Mbak, saya masukin dari belakang, pintaku untuk doggy style.
Mbak Ery masih dengan sumpah serapah menuruti kemauanku. Kini pantat bahenolnya terpampang di hadapanku, pantat yang selama ini aku impikan itu akhirnya bisa kuraih dan kuremasremas.
Dengan perlahan, aku memasukkan batang penisku ke dalam liang vaginanya. Tidak sulit tentu saja, maklum sudah punya dua anak dan memang sudah becek pula.
Maka adegan selanjutnya sudah bisa ditebak, Mbak Ery yang sudah terbakar birahi tentu saja orgasme lebih dulu akibat pompa penisku pada vaginanya.
Namun sekali lagi, pagi itu memang milikku. Meskipun sudah orgasmu, kakak iparku yang montok itu tetap penuh birahi meladeni permainanku sampai akhirnya kami merasakan orgasme secara bersama. Nikmatnya luar biasaaaa.
Sembarangan kamu numpahin sperma di memekku ya Farhan, jeritnya ketika aku memuncratkan spermaku ke dalam rahimnya.
Habis memek Mbak enak sih., seruku di telinganya. Kakak iparku hanya melejatlejat menikmati orgasmenya juga.
Selesai orgasme, seperti sepasang kekasih, kami berciuman.
Kamu memang gila Farhan, awas jangan bilang siapa2x ya!, serunya perlahan.
Ya iyalah Mbak, masa mau ceritacerita.., candaku. Dia pun tertawa lepas.
Kapankapan lagi ya Mbak, pintaku.
Gila kamu gila jeritnya sambil berjalan ke kamar mandi….

 Selingkuh Dengan Kakak Ipar Setiap Ada Kesempatan

menjadi pelindung adik ipar yang memberikan kenikmatan

Kejadian terjadi ini kira-kira 5 tahun yang lalu, namaku dani, aku telah menikah dengan seorang istri yang cantik dan pengertian, waktu kejadian ini istriku sedang hamil anak ketigaku, berdasarkan hasil USG adalah anak laki-laki, aku sangat gembira, karena kedua anakku sebelumnya cewek semua. namun yang membuatku sedih adalah klo istriku sedang hamil dia ngak mau diajak ML sama sekali sejak bulan pertama, jadi selam 9 bulan kehamilan aku puasa ML sama istriku, bayangkan sebegitu lamanya. ya kadang-kadang cuma di blowjob atau Hand Job tapi aku merasa kurang puas. Saat itu ketika kehamilan anakku masuk usia 6 bulan, istriku dikagetkan berita dari kampung kalo adik iparku yang cewek dan anak terakhir hamil diluar nikah, saat itu dia masih kelas 3 SMA. Dia hamil sama pacarnya, yang tidak direstui sama mertuaku. lantas saja mertuaku sangat marah dan pengen bunuh saja anaknya itu. pokoknya marah bener. akhirnya adiknya yang laki minta tolong aku untuk menjemput adik iparku itu di kampung untuk dibawa ke kotaku. soalnya ibu mertua uring-uringan tiap hari. sebetulnya pacarnya mau bertanggung jawab, namun karena mertua tidak setuju yang gimana lagi.

Dan akhirnya disuruh milih klo mau nikah sama pacarnya tapi ngak diakui sebagai anak, dan kalo milih sama keluarga jangan nikah sama pacarnya. adik iparku memilih ortunya dan hamil tanpa suami. dan diputuskan untuk ikut sama keluargaku (alias kakak ceweknya) ke kotaku. akhirnya aku menjemput dia bersama dengan kakak lakinya. sesampai di kotaku, dia sering murung dan ngalamun dan nangis. akhirnya sering kita hibur dan ajak jalan-jalan. ketika saat itu aku ternyata dapat kabar dari kantor klo aku ditugaskan untuk menjadi manajer area di pulau K. akhirnya dengan terpaksa aku berangkat pindah ke kota tersebut, namun keluargaku tidak bisa ikut karena anak yang nomor 1 setahun lagi ujian nasional. dan aku berangkat sendiri ke kota itu. dan ternyata selama pindah di Kotaku, adik iparku ini selalu berhubungan dengan pacarnya dan sempat ketmu di kota ku. dan ketauan istriku. akhirnya sama istriku disuruh ikut aku di kota tempat aku bekerja.

Akhirnya dia ikut aku di rumah kontrakanku, krn tidak enak dengan tetangga bawa anak cewek hamil 4 bulan, aku tidak enak sama tetangga dan Pak RT, akhirnya aku bilang saja ini istri keduaku lagi hamil . dan merekapun percaya. dan hal itu kusampaikan ke adik iparku. dia diam saja dan tersenyum. dan aku bercandain, “jadi mulai sekarang tugas kamu kayak ibu rumah tangga di rumah ini, ya masak, ya cuci bajuku, dan juga hmm hmmm hmm” . dia malu malu menjawab “masak sama gituan mas”. aku memberanikan diri menjawab “lha kamu mau ngak, klo ngak mau ya ngak apa-apa2”. akupun mulai berani ngobrol kearah seks. waktu itu ketika aku pulang lembur malam. aku buka pintu dengan diam-diam dan langkah pelan2. sayup-sayup aku denger di kamar adik iparku ada suara mendesah “uhhh mas dani, enakkk, mas, trusss mass, masukkan kontolmu’. wah ternyata adik iparku mastrubasi sambil membayangkan ML sama aku. akhirnya langsung kucopot baju dan celanaku, dan pelan-pelan kubuka pintu kamarnya yang tidak terkunci. dan adik iparku kaget, diapu ternyata juga lagi telanjang sambil nutupi tempek dan susunya “mas dani, kok nyonong aja ngak ketuk pintu dulu sih”. aku jawab “aku udah ngak sabar dek dina, dengar eranganmu, habis eranganmu bikin aku pengen segera ngenthu sama kamu dek dina”.

Aku dekati dia, diapun sudah pasrah, dan lagsung kuangkat tangannya yang menutupi tempeknya , dan akhirnya aku bisa melihat tempeknya diantara dua pahanya yang putih mulus, tempek yang merah merekah, lalu kudekati dia, trus kutanyan dia “ayo mau minta gimanain nih tempekmu, dijilat, dimasukin jariku, atau kontolku?, yang mana dulu”. diapun menjawab “terserah mas deh, maunya gimana, yang penting kasih aku kenikmatan malam ini ya mas?”. akupun menjawab “klo itu pasti dek”. lalu kudekati tempeknya dan kuciumi pingir paha dalam dan kujilati mendekati tempeknya , kujilati pinggir2 tempeknya. dan diapun mengerang “masss jangan goda aku massss, aku kangen ngentu mas, udah lama ngak ngentu masss” dalam batinku berguman”ternyata adik iparku sudah jadi hipersex”. terus kupermainkan birahinya dan diapun mengelepar kayak cacing kepanasan. trus kujilati tempeknya dan keluar cairan banyak dan terus kujilati cairan itu . diapun kelonjotan “mas aku keluar masssss, uhhhh masssss” , akhirnya diapun balik dan aku didorong , dan langsung memegang kontolku dan naik diatasku dan tanpa basa basi masukan kontolku yang sudah ngaceng keras dari tadi ke tempeknya. dimasukkan pelan-pelan sama dia ” mas kontolmu kok besar amat, lebih besar dari punya mas adit (pacar yang menghamili dia)” , akupun menjawab “iya lah din, dan lebih mantap punyaku dong, makanya ngak usah ingat dia lagi, mulai sekarng ngentu sama aku aja ya”.

dia pun mengenjotku dan bergoyang-goyang kanan kiri sambil meremas-remas toketnya yang sangat montok dan kenyal. oooh dinnnn tempekmu sempit banget, aku bisa keluar duluan klo begini nih, dinnn . akhirnya aku ganti posisi, biar tidak keluar duluan. kusuruh dia berputar arah membelakangiku dan aku bangun tanpa melepas kontolku di tempeknya dan kuganti gaya doggy style , karena ini kuanggap cocok untuk wanita hamil tanpa menindih perutnya yag sudah mulai buncit karena hamil. “dinnn ternyata ngentu wanita hamil itu enak bgt ya, memekya aget, dan peret, apalagi punyamu sudah 4 bulan ngak dikenthu sama pacarmu ya” . diapun mebalas “iya mas, terus massss genjot sampe ledeh massss, uhhhhh massss kontolmu mas jangan dilepas”. akupun membalasnya ” iya sayang”, trus akhirnya, dia kutidurkan dengan posisi miring dan kumasukkan kontolku ke tempeknya posisi nyamping sambil kugenjot tempeknya dan kuremas-remas toketnya. “dina tempekmu dinnnn, enak banget dinnn” . terus diapun semakin mengoyang kontolku maju mundur “masss truss mas jangan berhenti kayaknya aku mau keluar nih masss”. aku pun juga merasa mau keluar “iya sayang, kita keluar bareng yuukkk, dinnnn aduhhhh diiinn mantap banget memekmu dinnn,”. sambil kugoyang-goyangkan maju mundur dan akhir crot crot crot crot , pejuku moncrot didalam tempekmu dan kubiarkan kontolku berendam di tempeknya sampe mengecil dan lebar sendiri. ” tenang din, keluar didalam ngak apa2, kan kamu sedang hamil, ini peju untuk vitamin adiknya didalam, biar nnt klo melahirkan semakin lancar, jadi harus sering-sering dikasih pelumas”. dia balas “bisa aja kamu mas, padahal mas yang pengen ngentu terus sma aku, ya kan?” akupun membalasnya “ye, yang terangsang sampe mendesah-desah dikamar sendiri siapa hayooo…”. akhirnya sejak itu aku dan adik iparku ngentu setiap saat. bahkan dia tidak pernah pakai sempak (CD) jika didalam kontrakanku begitu pula aku klo dirumah langsung ganti sarung tanpa cd, supaya klo pengen bisa langsung coblos tanpa forplya yang terlalu lama.

Aktivitas ini terus kami lakukan sampe kelahiran dia, dan setelah kelahiran anaknya dia kembali lagi ke kota ku, dan momong bareng anaknya sama istriku di rumahku. akhirnya aku semakin kesulitan ketemu dia, karena dia diawasai sama kakaknya. ya kadang-kadang dia kirim wa sambil telanjang, dan video call sambil mastrubasi.
Pernah suatu saat pas dia mau cari kerja, dia bilang minta diantar sama aku. dan istrikupun mengijinkan. tapi sebenarnya alasan supaya aku bisa keluar sama adik iparku dan langsun kuajak ke hotel . dia pun dengan senangnya sambil meremas-remas kontolku selama perjalanan. sambil berbisik “mas aku udah ngak sabar pengen digenjot kontolmu mas” . akupun menjawab “iya aku juga”

Kejutan di tempat spa

oke lanjut balik kantor di hari terakhir itu cuma setengah hari jadi jam 3an udh beres2 kantor ane balik dateng ke tempat pijit itu, oke ane masuk lounge nya, ane norak ngeliat cewe di dalem akuarium wkwk

ada 1 cewe yg bikin ane nganga sm kaget, dia baru masuk ke akuarium, dan dia juga ngeliat ane kaget, sama2 kaget kita liat2an dan tau gan dia itu sepupu ane namanya manda, dalem hati ane ‘anjir ngapain manda kerja di tempat ginian’ langsung gercep ane minta naek sm doi

skip, ane naek duluan ke ruangan yg ada kamar mandi nya ga lama dia masuk
a: ane
m: doi

a: Man kok lu kerja di tempat begini sih (soalnya ane tau banget doi tuh ada di keluarga yg berada), cowo lu tau??
m: ya lo kan udh denger cerita gua pas lebaran, yg bokap nyokap gua ribut terus gua belain nyokap sampe gua di gampar bokap gua, terus cowo gua juga sekarang kerja di bali, gua kesepian bgt (air mata keluar dr mata sepupu gua)
a: sabar ya man (langsung gua peluk)
m: (dia lepasin pelukan ane sambil elap air mata) tunggu, kok lo ketempat beginian sih?? kan punya cewe lo gua bilangin nih nanti!?
a: bilangin ke dia gua naik sm lu man? haha
m: hmm, ih serius gua nanya
a: iyaa iyaa, soalnya gua udh lama ga kena sentuhan cewe gua man
m: emang ya cowo, si rama juga tuh kayanya main mulu di bali :(
a: man lu cantik, banget malah, kan bisa cari cowo lain atau kesibukan lain gitu
m: iya sih, gua juga baru mau 2 bulan kok disini, ya buat pelampiasan aja sih sebenernya, terus lu kenapa pilih gua sih elah
a: ya gua mau tau aja kenapa lu kerja disini, setau gua kan lu msh kerja di xxxxxxx
m: udh resign gua, ga betah sm bosnya
a: oh gitu..
m: terus ngapain nih kita…
a: jujur ya man dr dulu kalau acara keluarga gua tuh pengen banget ketemu cuma sama lu haha, makanya suka males gua kalau lu ga ada, kalau bukan sodara bakal gua pacarin lu man
m: hahahaha, sampe sepupu aja terpesona ya sm gua

tangan ane langsung di pegang sm doi, doi langsung deketin muka nya ke ane, langsung deg degan njirr mau dicipok sepupu sendiri

setelah bibir lembut sepupu ane mendarat di bibir ane yaudah ane ikutin permainan doi sambil tangan ane grayangan di toket doi, ga lama doi ngedesah sm lepas cipokan nya ke ane

m: jangan bilang2 ke nyokap gua ya apa yg bakal kita lakuin
a: ya engga lah man gila kali gua kalau cerita2 bisa di gorok nyokap gua juga lah gua main ke tempat beginian

ga lama langsung doi buka dress & beha nya, tinggal doi pake cd doang, langsung doi naik ke pangkuan ane, kita cipokan brutal lagi, sekarang tangan ane main di toket & memek doi, (anjrit mulus banget gannn ga ada bulu sama sekali)

yang selama ini gua cuma khayal2 akhirnya kesampean hahahaha

lanjut, terus doi buka celana ane & kemeja ane langsung ane plorotin cd ane, langsung doi kocokin kontol ane

a: man gapapa?
m: udah diem aja

ga lama doi jongkok, diisep langsung kontol ane, bibir lembut nya ahli banget enakin kontol ane, padahal doi pake behel tapi ga berasaa

a: man anjrot, beruntung amat cowo lu isepan lu enak bangett sumpah
m: ah gasuka diisep dia, pengen nya langsung main aja kalau lagi ngamar, emang cewe lo ga pernah isep kontol lo?
a: sering banget sih apalagi setiap jalan kalau bawa mobil, sama2 enak sih

lanjut doi langsung bimbing ane ke tempat tidur, sambil masih di kocokin kontol ane (ga di biarin turun nih jagoan ane)

a: man isep lagi dong, tapi buka celana dalem lu dulu
m: iya bawel, nihh (langsung diturunin celana dalem nya)

dan sekarang akhirnya gua liat sepupu gua telanjang bulet, astagaa putih banget (ya 11/12 sih sama cewe ane putih nya, kalau ga percaya cek aja thread lama ane hehe)

diisep lah jagoan ane sambil ane mainin memek sampai becek hehe,

a: man gua juga mau isep dong nih si mulus, 69 deh ya

langsung doi berubah posisi kasih memeknya ke mulut ane masih dengan mulut di kontol ane, ada sensasi gimana gitu pas doi berubah posisi, mulut doi kan otomatis agak miring dikit pas mindahin badan nya pas ngasih memek nya ke ane,

ga lama kita 69..

m: ahhh gelii banget, cewe lo sering banget nih pasti lo giniin

doi langsung pindah posisi naik ke atas ane,

m: masukin aja ya
a: iyaa ini yg gua tunggu2

doi arahin kontol ane ke memek nya, blessh
oh shitt ga bisa diungkapin kata2 enak bangett, pas masuk ga langsung doi mainin, doi tahan dulu kontol ane di memek nya (ngepasin dulu kali ya haha) ga lama doi mulai naik turun, emang deh WOT paling top haha

a: mann ga pake kondom?
m: udah ahh ga mungkin kan lo hiv

habis itu ane diem nikmatin goyangan doi, sekitar 5 menit ane stop permainan doi di atas, takut cepet2 keluar haha

gantian sekarang doi pindah ke bawah, ane yg diatas, langsung ane masukin lagi ga pake ba bi bu, doi ngedesah keenakan

m: ahhh, terusss ahhh

mumpung ane yg lagi diatas, sekalian ane mainin toket nya doi yg ga terlalu gede tapi pas ditangan itu sekalian ane cipok abis bibirnya (ini yg bikin pulang2 ane sariawan kena behel doi )

terus ane gas rpm tinggi, ga lama cairan suci ane mau keluar, ane cabut langsung ane crot di perut doi

m: ahhh dimulut aja (sambil ngos-ngosan)
a: yah maap gabisa ditahan man

habis itu ane ambil tisu bersihin peju ane di perut nya, ehh doi pas duduk langsung isep lagi kontol ane, biar ga belepotan katanya peju ane haha

lanjut beres2 buat mandi bareng sm dia, di kamar mandi doi kocok & sepong ane lagi sampe keluar, akhirnya 2x keluar tuh malem terakhir kerja ane haha

Tanteku yang tersakiti

Namaku Reza,aku sekarang tinggal dgn tante vera dan edi,tante vera adalah adik ibuku.aku tinggal sama mereka dikarenakan kedua orang tuaku sdh mninggal akibat kecelakaan beberapa tahun silam.umurku skarang 20 thn,orang tuaku mninggalkan sbuah rumah yg megah dan perusahaannya kpadaku,tetapi karena aku blm mampu mengelolanya,maka perusahaan itu di kelola oleh orang kpercayaan orang tuaku.
Smenjak bisnis om edi mengalami kerugian,sifat om edi berubah drastis,dari yg smula orang yg baik kini mnjadi pemarah,sering pulang mlam,dan tentunya mabuk.sering aku mendengar tante vera dan om edi saling adu mulut bahkan di tengah malam sekalipun.seprti kejadian malam itu,sprti biasa om edi habis mabuk2an,mengetahui om edi yg baru pulang tante tiara mnemuinya,mas darimna saja jam segini kok baru pulang?tanya tante vera,,,dan sperti biasa om edi menjawabnya dengan emosinya,,sudalah kamu ini slalu saja ingin tahu darimana saja aku pergi,ky gk ada kerjaan saja”jawab om edi,,,tapi klo mas pulang selalu mabuk2an,atau jangan2 mas main sm wanita lain?kata tante vera,,,emangnya knapa klo aku jln sm wanita lain,slama ini km tdk bs memberi aku kturunan”sergah om edi di sertai kata2 kasar sambil berjalan ke kamar
Setelah pertengkaran itu kulihat tante vera du2k di sofa sambil mnangis,kudekati tante
Aku:tante bertengkar lagi ya sama om edi?
Tante:kamu belum tidur rez?
Aku:sdh tan,tp aku trbangun waktu om dan tante bertengkar
Tante:kamu sdh mendengar smuanya kan rez?
Aku:iya tan,aku tlh mendengar smuanya
Dan tnpa kuduga,tante vera mnyandarkan kpalanya di bahuku,sambil trs mnangis dia berkata klo sdh tak tahan dgn smua ini.aku hnya bs mndengarkannya sambil ku usap lengan tanteku,kuberi dia semangat agar kuat dgn smua ini.dan kini aku baru mnyadari klo tanteku hnya memakai pakaian tnpa lengan,dan belahan didadanya cukup pendek,sehingga terlihat payudaranya yg putih besar,mski trbungkus bra warna hitam.sketika kontolku yg panjangnya 21 cm berdiri,mungkin gen dari papa yg msh ada darah arab-afrika mnurun kpdku shingga punyaku jd ckup besar.sbelum tanteku menyadari dan nafsuku smakin tinggi,aku minta izin kekamar.
Keesokan harinya sa’at hendak kuliah,lagi2 aku melihat pertengkaran tante vera dan om edi,aku mendengar klo tante vera ingin bercerai,dan om edi mengiyakan permintaan tante vera,tp blm selesai kedua suami istri itu saling adu mulut,sehingga om edi mau menampar tanteku,dgn sigap ku pegang tangan om edi dari belakang,,
Aku:klo berani jgn sm perempuan
Om:kamu jgn ikut campur ya,ini urusanku
Aku:iya tapi klo sdh sampai main tangan,aku juga ikut2an,karena dia tanteku,,sambil kupelintir tangannya
Om:sambil meringsis ksakitan”ok,,sekarang kalian kemasi barang kalian dan tinggalkan rumah ini,dan kamu wanita tk berguna,aku akan segera urus perceraian ini
Aku tidak jd masuk kuliah hari ini,selesai mengemasi barangku,aku dan tante pergi dari rumah itu.
Tante:kita akan pergi kemana rez?
Aku:tante lupa klo alm.papa dan mama mewariskan sbuah rumah untukku.lalu aku prgi ke kantor perumahan itu untuk mengambil kunci dan mengurus surat2nya.stelah sampai aku dan tante mnata ruangan kita masing2
1 bulan sudah kami tinggal di rumah yg baru,dan 2 hari yg lalu tante vera resmi bercerai dgn om edi.hari itu aku ada kgiatan di kampus,sehingga aku memberitahu tante klo aku akn pulang cukup malam hari ini,kegiatan ekstra di kampus ckup melelahkan buatku,pukul 22.00 aku baru sampai rumah.aku membawa kunci rumah sendiri,jadi tanpa harus meminta tante untu membukakan pintu rumah.
Keadaan rumah sangat sepi,memang karena hanya kami berdua saja yg mnghuninya,hanya lampu ruangan hias saja yg menyala,mungkin tante sdh tdr.sa’at aku ingin kekamarku,aku mendengar suara yg tdk asing lagi,suara desahan persetubuhan.apakah tante membawa pria lain kerumah ini?pikirku.kudekati pintu kamar tante dan suara desahan tante semakin terdengar jlas,pelan2 aku mngembil kursi,lalu kulihat dari ventilasi yg ada di atas pintu,dan terntya tante vera sedang manstubrasi sambil mengocok vaginanya.
Sambil telanjang bulat tante vera mengkangkang sambil tangannya trs mengocok kmaluaannya.aku jd horni melihat kejadian itu,shingga kontolku jadi ngaceng.tak lama kmudian tante vera mencapai orgasmenya,tubuhnya melengking,matanya terpejam mnikmati sisa2 orgasmenya.sbelum tante mnyadari klo aku tlah mengintipnya,aku beranjak dari situ menuju kamarku
Aku yg masih membayangkan tbuh tante,payudaranya yg besar,vagina yg msh ckup rapat krn belum melahirkan,mungkin sangat nikmat”pikirku.aku mengocok kontolku yg sudah ngaceng berat,15 menit kmudian,,ssshhh,,,,aaahhhhh,,pejuhkukeluar ckup banyak menyembur keperutku.tapi meski sdh kluar kontolku msh juga blm mau tdr,entah setan apa yg membisikiku,sehingga aku hrs mendapatkan tanteku malam ini.
Sambil telanjang aku mnuju kmar tante,pelan2 kubuka pintunya yg tdk di kunci,dan ternyata tante sdh tertidr tetapi dlm keadaan msh telanjang.pelan2 aku naik keranjang,dan mengarahkan kontolku kebibir vaginanya,dan kulihat tante terbangun,dengan cepat ku sudok memeknya dengan ckup keras,,,aaarggghhhh rezaaaa,aku diam sejenak sambil memegang pinggulnya
Tante:brlinang air mata”apa yg km lakukan rez?
Aku:memuaskan tante,jwbku seenaknya
Tante:lepaskan aku rez,aku ini tantemu
Aku:tapi tante btuh kpuasan kan?
Tante:rez tolong lepasin atau aku akan teriak
Aku:teriak saja tan,biar seluruh orang sekomplek melihat persetubuhan kita
Sekita itu tante terdiam mungkin tkut dg ancamanku td,tp tubuhnya masih meronta.kucium bibirnya yg mungil itu,lalu turun ke payudaranya yg indah.aku mulai menggenjot vaginyanya,,sshhh,,,arrghh,,,tubuh tante melengking tanda ia mengalami klimaksnya.hampir 45 menit prsetubuhan ini berlangsung,tanteku tlah mengalami berkali kali orgasme,kini tante vera mau klimaks lagi,,,,ssshhh,,,argghhhh ,,,aku sdh gk kuat lagi rez,,,sshhh,,arrrgghhh,,,seerrrrr kembali tante mencapai klimaksnya
Kulihat tante vera sdh lelah tk berdaya,,kini gilaran ku yg mau kluar,kupercepat sodokanku dan aaahhhhh,,,croot,,,croootttt pejuhku keluar didalam vagina tante.
Setelah itu hampir setiap kami sering bersetubuh.dan kini aku ada tugas KKN keluar pulau selama empat bulan,sebelum berangkat aku dan tante kmbali bersetubuh.selama KKN aku slalu kangen dgn tante apalagi disini tk ada se2orang yg dpt kujadikan tempat untuk mnyalurkan hasratku.dan waktu telah berlalu kini waktunya kembali,ingin rasanya cepat2 sampai di rumah.akhirnya sampai juga di rah.kupencet bel rumah,dan pintu rumah terbuka,tanteku berdiri memakai lingerie smbil mengelus perutnya,aku terperangah melihatnya,bukankah slama pernikahan nya dengan suaminya dulu ia tdk bisa hamil.Aa,,,apakah tante hamil?tanyaku sambil terbata bata,lalu ia merangkulku sambil tersenyum ia berkata
Aku akan jadi ibu dari anakmu Rez

Cerita Sex Aku Dan Kakak Ipar

Istriku mengajak pulang kampung di akhir pekan. Dan kami pun memulai perjalanan, tiba-tiba handphone istriku berbunyi. Ternyata yang menelepon itu adalah kakaknya yang ingin memberitahukan juga pada hari itu akan melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.

Bagus ini, bisikku dalam hati. Kakak iparku adalah seorang pemimpin disebuah perusahaan swasta, sedangkan suaminya bekerja sebagai pemandu wisata. Mereka telah dikaruniakan 5 orang anak.

Aku lebih suka memanggilnya dengan panggilan kak Diana. Aku sangat bahagia ketika mengetahui dirinya akan berkunjung juga ke kampung halaman, karena aku rindu akan kecantikan wajahnya, akan ku pandang sepuas-puasnya wajah kakak iparku itu buat modal dalam bermain nanti dengan istriku.

Melihat wajah kakak iparku, aku terbayang dengan beberapa bintang film porno barat yang sering aku tonton. Warna bibirnya yang merah delima, membuat aku tak pernah puas untuk menatapnya dan ingin sekali kucium bibirnya itu. Dan selalu berhayal untuk melakukan hubungan intim dengan dia.

Untuk perbandingan bentuk tubuh memang istriku jauh lebih ideal dari tubuh kakak iparku. Tapi yang namanya lelaki memang tidak akan puas dengan yang sudah dimiliki. Pikiranku pun berlarian tidak karuan, hasrat besar untuk menyetubuhi kakak ku itu sungguh semakin menggebu-gebu.

Dan kamipun sampai di kampung halaman, tak berselang lama kakak ipar dan keluarganya juga telah sampai. Aku dan istriku membereskan barang bawaan kami satu persatu hingga semua selesai. Terlihat kakak ipar yang baru sampai tadi sudah beristirahat didepan televisi, mungkin karena kelelahan menghadapi perjalanan jauh ini. Mataku tak terlepas selalu memandang wajah hingga tubuhnya yang tertidur di depan televisi. Pikiranku pun tak karuan, sesaat aku melirik kebagian gunung kembarnya yang menjulang tinggi membuat nafsu ku semakin kuat.

Akhirnya kulampiaskan nafsu ku terhadap istriku. Kami pun memulai untuk melakukan pertarungan suami istri, aku menyuruh istriku untuk mengisap kontolku ini. Disaat yang bersamaan aku membayangkan jika yang melakukannya adalah kakak iparku. Oh… desahku dengan nikmat sambil memikirkan kak diana. Hingga akhirnya air mani ku pun bercucuran di wajah istriku.

Sesaat kemudian istriku pun tertidur lemas dan menikmati permainan tadi. Tapi perasaan kurang puas menghinggap di pikiranku. Malam itu hujan tak kunjung reda, mau mengajak istri untuk melakukannya lagi tidak sampai hati karena terlihat wajah lelahnya dihadapanku. Aku berpikir sejenak dan mengambil rokok ku, lalu aku melangkah menuju depan rumah sekedar untuk mengusir penat hati.

Dinginnya malam itu membuat pikiran ku mulai terasa tenang dan sudah hampir melupakan tentang apa yang ada dalam pikiran ku sejak tadi. Tetapi, tiba-tiba dari belakang bahuku di tepuk oleh seseorang. Dan dengan sigap aku menoleh dan melihat siapa yang telah menepuk bahuku. Ternyata dia adalah kak Diana, yang telah dari tadi sudah kubayangkan wajah dan tubuhnya untuk ku nikmati.

“Doni gak tidur?” , ucap kak Diana.
“Tidak kak, masih ingin menikmati dingin malam ini”, balasku.

Kami pun diam sejenak, karena kebetulan aku terkejut karena kak Diana yang telah memanggilku terlebih dahulu. Sejurus kemudian, kak Diana pun ikut duduk di kursi yang satu lagi sambil berkata,

“Doni, boleh kakak minta tolong?”
“Kakak ingin minta tolong apa ya?” jawabku.
“Kakak berharap Doni mau menolong kakak, kakak benar-benar sangat berharap”
“Sepertinya penting sekali ya kak, silahkan bicarakan langsung kak”

Kak Diana pun terdiam sejenak, mungkin dirinya sedang memikirkan untuk memulai dari mana.

“Begini Don, 5 tahun yang lalu, kakak ada terikat perjanjian utang piutang dengan pihak bank. Dan sampai saat ini kakak masih belum bisa melunasi hutang kakak di bank. Saat ini sudah masuk bulan ke 6 kakak tidak membayar angsuran. Pihak bank pun telah menulisi surat untuk kakak beberapa kali. Jika hutang itu tak kunjung kakak lunasi, maka agunan yang kemarin kakak kasih ke pihak bank sebagai jaminan akan digadaikan”.

Aku pun terdiam dan berpikir, bagaimana caranya aku membantu kakak iparku ini. Aku juga bertanya apakah memang benar yang di bicarakan itu, atau cuma akal-akalan nya saja. Tetapi aku coba untuk berfikir positif saja.

“Bang Ardi tau kak?”, sambungku memecah kesunyian.
“Suami kakak sudah tau tentang utang itu, tapi Bang Ardi tidak tau jika kakak telah menjaminkan surat tanah ke bank”.

Surat tanah itu sudah sejak lama dipercayakan untuk dijaga oleh kak Diana, Jika mertua ku mengetahui apa yang telah kak Diana lakukan, maka habislah kak Diana dimarahi oleh mertuaku.

“Aku bicarakan dulu dengan nona ya kak, karena jumlahnya sangat banyak.”
“Doni please, jangan beritahu ke siapapun. Bisa mati kakak nanti, kakak cuma percaya sama Doni seorang saja. Makanya kakak langsung ngomong ke Doni”.

Sejenak aku berpikir tentang nasib kak Diana jika aku tidak membantunya. Pasti hal yang tidak baik akan terjadi kepadanya.

“Doni tolonglah kakak, kakak rela melakukan apa saja yang Doni mau”, “Termasuk tubuh kakak ini”. Sambil menangis dan kuraihlah kepalanya untuk bersender kebahuku, sesekali ku sapu air mata yang telah membasahi pipi mungilnya itu.

Suasana yang sepi, hanya bunyi hujan yang jatuh membasahi kampung halaman mertuaku yang menemani kami malam itu. Kemudian kak Diana kembali memandang wajahku. Aku sedikit mencari keuntungan dari permasalahan ini.

“Aku akan bantu kakak, jika kakak Diana mau ngentot dengan ku”.
“Hhmm, cara lain ada gak Don, karena jika kakak main sama kamu, dosanya sangat besar”.
“Kalau hisap kontol ku aja gimana ka”. Kak Diana pun langsung terdiam seribu bahasa.

Aku melihat dirinya sedang memikirkan sesuatu, dan aku yakin dia sedang berpikir tentang penawaranku tadi. Kemudian diapun berkata.

“Ok, kakak bersedia untuk mengisap kontol Doni, tapi Doni harus janji akan menolong kakak. Jangan permainkan kakak ya”.
“Doni janji kak, tapi ada syaratnya kak”.
“Syarat apa lagi Don”,
“Aku akan bayar utang kakak itu bukan sekaligus, tetapi menyicil mungkin ini bisa membantu kakak keluar dari keterpurukan itu”.
“Apa bisa seperti itu Don”,
“Yang pastinya bisa kak, karena yang ada dalam pemikiran pihak bank adalah hutang harus lunas, bukan cara pembayarannya”.
“Kakak paham, berarti selama hutang itu belum dilunaskan, berarti selama itu juga kakak harus isap kontol Doni ya”.
“Kakak memang pintar, selalu cepat paham dengan apa yang akan Doni katakan”.

“Untuk membuktikan jika memang kakak serius mau mengisap kontolku, kita mulai sekarang saja gimana”.
“Apa?? Sekarang”.
“Ia kak, sekarang”.
“Nanti kalau ada orang terbangun bagaimana Don?”
“Kak Diana tak perlu takut, kita masuk kedalam, trus kak Diana ikuti aku dari belakang dan kita menuju ke ruang tamu. Aku berdiri disebelah lemari perhiasan, sementara kakak berlutut saja sambil mengisap kontol ku”.

Cahaya lampu dapur pun menyemangati aku untuk melakukan hal tersebut, Karena kecantikan yang sempurna terlihat ketika cahaya tersebut terpancar dan memantul kewajah kak Diana. Aku pun semakin bernafsu melihat wajah kakak iparku itu yang sudah sejak tadi bersiap untuk mengisap kontolku. Aku pun bergegas menurunkan celana ku hingga menyentuh lutut.

Ditariknyalah kontolku itu, dan diarahkan kewajahnya yang bersih. Tangan lembutnya membuat aku menggelinjang karena wanita dengan usia yang tak lagi muda memiliki wajah yang masih menarik perhatian. Genggaman tangannya ke kontolku sesekali diarahkannya ke biji peler ku. Lembutnya tangan kakak iparku ini, dan hisapan pun dimulai.

Tanpa membuang-buang waktu, kontolku yang sudah mengeras kini telah masuk kedalam mulut kakak iparku. Hisapan bak seorang bintang porno pun mulai dilancarkan, terkadang aku merasa kegelian karena kehebatan kak Diana dalam melakukan blowjob. Sesekali aku melihat disekitar untuk memastikan ruangan yang kami gunakan itu aman.

Kembali dengan kemahirannya mengisap kontol ku, hingga lenyap tak bersisa dimasukkan nya kontol ku kedalam mulutnya yang mungil itu. Ouuhhh jeritku pelan, agar tidak terdengar oleh mereka yang sedang tidur. Semakin menarik permainan lidahnya yang menjilati dari pangkal hingga ujung kontol ku. Sesekali kami saling pandang-pandangan, dan terlihat jelas dia menikmatinya tetapi dari segi yang lain ada rasa iba yang singgah dihatiku.

Sengaja menjatuhkan harga dirinya hanya karena ingin melunasi hutang-hutangnya. Tetapi kelihatannya tidak ada cara lain lagi. Pikirannya buntu, hanya dengan menjadi hamba hawa nafsu adik iparnya sajalah dia dapat bebas dari hutang-hutangnya. Tetapi bagiku adalah seperti pucuk di cinta ulam pun tiba.

Terlihat jahat aku pada malam itu, yang menguntungkan tidak tergadai seluruh tubuhnya. Kontol ku pun terus dihisap nya tanpa henti, dan rasa geli yang amat sangatpun menghampiri aku. Kutahan sejenak untuk tidak mengeluarkan air maniku, karena aku masih mau menikmati kebersamaan ini dengan kak Diana. Akhirnya rasa itu tidak bisa tertahan lagi, ku keluarkan kontolku dari mulutnya dan aku mengeluarkan air mani ku di wajah mungil nya itu.

Akhirnya kami pun membersihkan diri dengan segera untuk menghindari kecurigaan keluarga yang tidur dirumah. Itulah kali pertama pengalaman oral sex yang dilakukan adik ipar terhadap kakak ipar. Kak Diana, memang termasuk wanita yang layak untuk dikagumi. Hal ini pun terus kami lakukan walau hutang telah lunas aku bayar. Tapi, aku tidak pernah sekalipun menyetubuhinya.

Kegiatan itu pun terus kami lakukan dimanapun dan kapanpun yang kami suka. Terkadang di dapur, dimobil, saat dirumah ku tidak ada orang. Dimana ada kesempatan maka disitulah kami selalu melakukan hal berdosa tersebut. Ini bukan cerita tentang adik dan kakak ipar lagi, tetapi tentang sebuah kisah cinta terlarang yang berlanjut terus sampai saat ini.

Kenikmatan Jadi Simpanan Bos Cantik

Sudah dua tahun aku bekerja di perusahaan swasta ini. Aku bersyukur, karena prestasiku di usia yang ke 25 ini aku sudah mendapat posisi penyelia. Atasanku seorang wanita berusia 42 tahun. Walaupun cantik, tapi banyak karyawan yang tidak menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka cuek. Namun sebagai bawahannya langsung aku cukup mengerti beban posisi yang harus dipikulnya sebagai pemimpin perusahaan. Kalau karyawan lain ketakutan dipanggil menghadap sama Bu Meli, aku malah selalu berharap dipanggil. Bahkan sering aku mencari-cari alasan untuk menghadap keruangan pribadinya.

Sebagai mantan peragawati tubuh Bu Meli sangatlah bagus diusia kepala empat ini. Wajahnya yang cantik tanpa ada garis-garis ketuaan menjadikannya tak kalah seksi dengan anak muda. Saking keseringan aku menghadap keruangannya, aku mulai menangkap ada nada-nada persahabatan terlontar dari mulut dan gerak-geriknya. Tak jarang kalo aku baru masuk ruangannya Bu Meli langsung memuji penampilanku. Aku bangga juga mulai bisa menarik perhatian. Mudah-mudahan bisa berpengaruh di gaji nyari muka nih..hahaha..

Sampai suatu ketika, lagi-lagi ketika aku dipanggil menghadap, kulihat raut muka Bu Meli tegang dan kusut. Aku memberanikan diri untuk peduli,
“Ibu kok hari ini kelihatan kusut? ada masalah?”, sapaku sembari menuju kursi didepan mejanya.
“Ia nih Ndy, aku lagi stres, udah urusan kantor banyak, dirumah mesti berantem sama suami jadinya kusut deh”, jawabnya ramah, sudut bibirnya terlihat sedikit tersenyum.
“Justru aku manggil kamu karena aku lagi kesel. Kenapa ya kalau lagi kesel trus ngeliat kamu aku jadi tenang”, tambahnya menatapku dalam.
Aku terhenyak diam, terpaku. Masak sih Bu Meli bilang begitu? Batinku.
“Andy, ditanya kok malah bengong”, Bu Meli menyenggol lenganku.
“Eeehh nggak, abisnya kaget dengan omongan Ibu kayak tadi. Aku kaget dibilang bisa nenangin seorang wanita seksi dan secantik bu meli”, balasku gagap.
“Ndy nanti temenin aku makan siang di Hotel ya.. Kita bicarain soal promosi kamu. Tapi kita jangan pergi bareng, nggak enak sama teman kantor. kamu duluan aja, kita ketemu disana”, kata Bu Meli.
Aku semakin tergagap, tidak menyangka akan diajak seperti ini.
“Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.

Setelah membereskan file-file, pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janji makan siang. Dalam mobilku aku coba menyimpulkan promosi jabatan apa yang akan Bu Meli berikan. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. Kenapa harus makan siang di hotel? Terbersit dipikiranku, mungkin Bu Meli butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudahan teman tidur.. upss mana mungkin Bu Meli mau tidur dengan aku. Dia itu kan kelas atas sementara aku karyawan biasa. Aku kesampingkan pikiran kotor itu.

Kemudian sekitar setengah jam aku menungu di lobby hotel tiba-tiba seorang bellboy menghampiriku. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 809, katanya Bu Meli atasanku menunggu di kamar hotel itu. Aku menurut saja melangkah ke lift yang membawaku ke kamar itu. Ketika kutekan bel dengan perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu dibukain dan Bu Meli tersenyum manis dari balik pintu.

“Maaf ya Ndy aku berubah pikiran dengan mengajakmu makan di kamar. Mari.. kita ngobrol-ngobrol kamu mau pesen makanan apa?”, kata Bu Meli sambil menarik tangan membawaku ke kursi. Aku masih gugup.
“Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Meli melihat tingkahku.
“Aku sebetulnya nggak percaya dengan semua ini. aku nggak nyangka bisa makan siang sama Ibu seperti ini. Siapa sih yang nggak bangga diundang makan oleh wanita secantik Ibu?”, ditengah kegugupanku aku masih sempat menyempilkan jurus-jurus rayuan. Aku tau pasti pujian kecil bisa membangkitkan kebanggan.
“Ahh kamu Ndy bisa aja, emangnya aku masih cantik”, jawab Bu Meli dengan pipi memerah. Ihh persis anak ABG yang lagi dipuji.
“Iya Bu, sejujurnya aku selama ini memimpikan untuk bisa berdekatan dan berduan dengan Ibu, makanya aku sering nyari alasan masuk keruangan Ibu”, kataku polos.
“Aku sudah menduga semua itu soalnya aku perhatikan kamu sering nyari-nyari alasan menghadap aku. Aku tau itu, Bahkan kamu sering curi-curi pandang menatapku kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga.
Memang aku sering menatap Bu Meli disetiap kesempatan, apa lagi kalau sedang rapat kantor. Rupanya tingkahku itu diperhatikannya.

Kami berpandangan lama. Lama kami berhadapan, aku di tempat duduk sedangkan Bu Meli dibibir tempat tidur. Dari wajahnya terlihat kalau wanita ini sedang kesepian, raut mukanya menandakan kegairahan. Perlahan dia berdiri dan menghampiriku. Masih tetap berpandangan, wajahnya semakin dekat.. dekat.. aku diam aja dan hup.bibirnya menyentuh bibirku. Kutepis rasa gugup dan segera membalas ciumannya. Bu Meli sebentar menarik bibirnya dan menyeka lipstik merahnya dengan tisu. Lalu tanpa dikomando lagi kami sudah berpagutan.
“Pesen makannya nanti aja ya Ndy”, katanya disela ciuman yang semakin panas.

Wanita cantik dengan tinggi 165 ini duduk dipangkuanku. Sedikit aku tersadar dan bangga karena wanita ini seorang bos di tempat kerjaku, duduk dipangkuanku. Tangan kirinya melingkar dileherku sementara tangan kanan memegang kepalaku. Ciumannya semakin dalam, aku lantas mengeluarkan jurus-jurus ciuman yang kutau selama ini. Kupilin dan kuhisap lidahnya dengan lidahku. Sesekali ciumanku menggerayang leher dan belakang telinganya. Bu Meli melolong kegelian.
“Ndy kamu hebat banget ciumannya, aku nggak pernah dicium seperti ini sama suamiku, bahkan akhir-akhir ini dia cuek dan nggak mau menyentuhku”, cerocos Bu Meli curhat.
Aku berpikir, bego banget suaminya tidak menyentuh wanita secantik Bu Meli. Tapi mungkin itulah kehidupan suami istri yang lama-lama bosan, pikirku.

Bu Meli menarik tangaku, Kutau itu isyarat mengajak pindah ke ranjang. Namun aku mencegahnya dengan memeluknya saat berdiri. Kucium lagi berulang-ulang, tanganku mulai aktif meraba buah dadanya. Bu Meli menggelinjang panas. Blasernya kulempar ke kursi, kemeja putihnya kubuka perlahan lalu celana panjangnya kuloloskan. Bu Meli hanya terdiam mengikuti sensasi yang kuberikan. Wow, aku tersedak melihat pemandangan didepanku. Kulitnya putih bersih, pantatnya berisi, bodynya kencang dan ramping. Celana dalam merah jambu sepadan warna dengan BH yang menutupi setangkup buah dada yang walaupun tidak besar tapi sangat menggairahkan.
“Ibu bener-bener wanita tercantik yang pernah kulihat”, gumamku.

Bu Meli kemudian mengikuti aksiku tadi dengan mulai mencopot pakaian yang kukenakan. Namun dia lebih garang lagi karena pakaianku tanpa bersisa, polos. burungku yang sedari tadi tegang kini seakan menunjukkan kehebatannya dengan berdiri tegak menantang Bu Meli.
“Kamu ganteng Ndy”, katanya seraya tanganya meraup kemaluanku dan ahh bibir mungilnya sudah mengulum kontolku yang sudah mengeras sedari tadi.
Oh nikmatnya. Sentuhan bibir dan sapuan lidahnya diujung burungku bener-bener bikin sensasi dan membuat nafsu meninggi.

Aku nggak tahan untuk berdiam diri menerima sensasi saja. Kudorong tubuhnya keranjang, kuloloskan celana dalam dan BH-nya. Sambil masih tetap menikmati jilatan Bu Meli, aku meraih dua bukit kembar miliknya dan kuremas-remas. Tanganku merayap keselangkangannya. Jari tengahku menyentuh itilnya dan mulai mengelus basah. Bu Meli terhentak. Sesekali jari kumasukkan kedalam vaginanya berusaha membuat sensasi dengan menyentuh G-spot-nya.

Atas inisiatifku kami bertukar posisi, gaya 69. Jilatan lidahnya semakin sensasional dengan menurun hingga ke pangkal kemaluanku. Dua buah bijiku diseruputnya Bener-bener enak. Gantian aku merangkai kenikmatan buat Bu Meli, kusibakkan rambut-rambut halus yang tertata rapi dan kusentuh labia mayoranya dengan ujung lidah. Dia menggeliat. Tanpa kuberi kesempatan untuk berpikir, kujilati semua sudut vaginanya, itilnya kugigit-gigit.
Bu Meli menggelinjang tajam dan, “Ndy aku keluar lo.. nggak tahan”, katanya disela rintihan.
Tubuhnya menegang dan tiba-tiba terhemmpas lemas, Bu Meli orgasme.

Aku bangga juga bisa membuat wanita cantik ini puas hanya dalam lima menit jilatan.
“Enak Ndy, aku bener-bener nafsu sama kamu. Dan ternyata kamu pintar muasin aku, makasih ya Ndy”, ujarnya.
“Jangan terima kasih dulu Bu, soalnya ini belum apa-apa, nanti Andy kasi yang lebih dahsyat”, sahutku.
Kulihat matanya berbinar-binar.
“Bener ya Ndy, puasin aku, sudah setahun aku nggak merasakan orgasme, suamiku sudah bosan kali sama aku”, bisiknya agak merintih lirih.

Hanya berselang lima menit kugiring tubuh Bu Meli duduk diatas pinggulku. Mr.Happy kumasukkan ke dalam vaginanya dan bless, lancar karena sudah basah. Tanpa dikomando Bu Meli sudah bergerak naik turun. Posisi ini membuat ku bernafsu karena aku bisa menatap tubuh indah putih mulus dengan wajah yang cantik, sepuasnya. Lama kami bereksplorasi saling merangsang. Terkadang aku mengambil posisi duduk dengan tetap Bu Meli dipangkuanku. Kupeluk tubuhnya kucium bibirnya.
“Ahh enak sekali Ndy”, ntah sudah berapa kali kata-kata ini diucapkannya.

Kontolku yang belum terpuaskan semakin bergejolak disasarannya. Aku lantas mengubah posisi dengan membaringkan tubuh Bu Meli dan aku berada diatas tubuh mulus. Sambil mencium bibir indahnya, kumasukkan Mr.Happy ke vaginanya. Pinggulku kuenjot naik turun. Kulihat Bu Meli merem-melek menahan kenikmatan. Pinggulnya juga mulai bereaksi dengan bergoyang melawan irama yang kuberikan. Lama kami dalam posisi itu dengan berbagai variasi, kadang kedua kakinya kuangkat tinggi, kadang hanya satu kaki yang kuangkat. Sesekali kusampingkan kakinya ke pundakku. Bu Meli hanya menurut dan menikmati apa yang kuberikan. Mulutnya mendesis-desis menahan nikmat.
Tiba-tiba Bu Meli mengerang panjang dan “Ndy, aku mau keluar lagi, aku bener-bener nggak tahan”, katanya sedikit berteriak.
“Aku juga mau keluar nih.. bareng yuk”, ajakku.
Dan beberapa detik kemudian kami berdua melolong panjang “Ahh..”.
Kurasakan spermaku menyemprot dalam sekali dan Bu Meli tersentak menerima muntahan lahar panas Mr. Happyku. Kami sama sama terkulai.
“Kamu hebat Ndy, bisa bikin aku orgasme dua kali dalam waktu dekat”, katanya disela nafas yang tersengal.
Aku cuma bisa tersenyum bangga.
“Bu Meli nggak salah milih orang, aku hebat kan?” kataku berbangga yang dijawabnya dengan ciuman mesra.

Setelah mengaso sebentar Bu Meli kemudian menuju kamar mandi dan membasuh tubuhnya dengan shower. Dari luar kamar mandi yang pintunya nggak tertutup aku memandang tubuh semampai Bu Meli. Tubuh indah seperti Bu Meli memang sangat aku idamkan. Aku yang punya kecenderungan sexual Udipus Comp-lex bener-bener menemukan jawaban dengan Bu Meli. Bosku ini bener-bener cantik, maklum mantan peragawati. Tubuhnya terawat tanpa cela. Aku sangat beruntung bisa menikmatinya, batinku.

Mr.Happyku tanpa dikomando kembali menegang melihat pemandangan indah itu. Perlahan aku bangun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi. Bu Meli yang lagi merem menikmati siraman air dari shower kaget ketika kupeluk. Kami berpelukan dan berciuman lagi. Kuangkat pantatnya dan kududukkan di meja toilet kamar mandi. Kedua kakinya kuangkat setengah berjongkok lalu kembali kujilati vaginanya. Bu Meli kembali melolong. Ada sekitar lima menit kuberi dia kenikmatan sapuan lidahku lantas kuganti jilatanku dengan memasukkan Mr. Happyku. Posisiku berdiri tegak sedangkan Bu Meli tetap setengah berjongkok di atas meja. Kugenjot pantatku dengan irama yang pasti. Dengan posisi begini kami berdua bisa melihat jelas aktifitas keluar masuknya Mr.Happy dalam vagina, dua-duanya memerah tanda nikmat.

Setelah puas dengan posisi itu kutuntun Bu Meli turun dan kubalikkan badannya. Tangannya menumpu di meja sementara badannya membungkuk. Posisi doggie style ini sangat kusukai karena dengan posisi ini aku ngerasa kalau vagina bisa menjepit punyaku dengan mantap. Ketika kujebloskan si Mr.Happy, uupps Bu Meli terpekik. Kupikir dia kesakitan, tapi ternyata tidak.
“Lanjutin Ndy, enak banget.. ohh.. kamu hebat sekali”, bisiknya lirih.
Ada sekitar 20 menit dalam posisi kesukaanku ini dan aku nggak tahan lagi mau keluar.
“Bu.. aku keluar ya”, kataku.
“Ayo sama-sama aku juga mau”, balasnya disela erangan kenikmatannya.
Dan.. ohh aku lagi-lagi memuncratkan sperma kedalam vaginanya yang diikuti erangan puas dari Bu Meli. Aku memeluk kencang dari belakang, lama kami menikmati sensasi multi orgasme ini. Sangat indah karena posisi kami berpelukan juga menunjang. Kulihat dicermin kupeluk Bu Meli dari belakang dengan kedua tanganku memegang dua bukit kembarnya sementara tangannya merangkul leherku dan yang lebih indah, aku belum mencopot kontolku di dalam memeknya. ohh indahnya.

Selesai mandi bersama kami pun memesan makan. Selesai makan kami kembali kekantor dengan mobil sendiri-sendiri. Sore hari dikantor seperti tidak ada kejadian apa-apa. Sebelum jam pulang Bu Meli memanggilku lewat sekretarisnya. Duduk berhadapan sangat terasa kalau suasananya berubah, tidak seperti kemarin-kemarin. Sekarang beraroma cinta.
“Ndy, kamu mau kan kalau di kantor kita tetep bersikap wajar layaknya atasan sama bawahan ya. Tapi kalo diluar aku mau kamu bersikap seperti suamiku ya”, katanya tersenyum manja.
“Baik Bu bos yang cantik”, sahutku bergurau.
Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat berciuman mesra.

Sejak saat itu aku resmi jadi suami simpanan bos ku. Tapi aku menikmati karena aku juga jatuh cinta dengan wanita cantik idaman hati ini. Sudah setahun hubungan kami berjalan tanpa dicurigai siapapun karena kami bisa menjaga jarak kalau di kantor.

 

Bercinta dengan Karyawan Asing

Group tempat aku bekerja banyak sekali tenaga-tenaga asing yang ditempatkan diberbagai tempat. Salah satunya berada dalam lingkunganku, dia dari Hongkong dan wanita lagi. Profesinya sebagai tenaga ahli dalam bidang promosi, periklanan, sales dan marketing. Mulai dari research lapangan dan sebagainya sampai produk barang. Namanya Angelique Khoo, tinggi semampai, kulit bersih, mata agak sipit dan hidung mancung, rambut sebahu, dan selalu mengenakan rok mini. Kebetulan sekali aku pekerjaan terlibat langsung dengannya, sehingga ruangannya satu kamar dengan aku dan mejanya berhadapan denganku.

Satu minggu berselang dia minta agar aku mengantarkan untuk cek pasar soalnya dia nggak bisa bahasa indonesia dan mulai kuajarkan sedikit sedikit. Ditengah perjalanan dia menawarkan aku untuk mengantarkannya kesuatu tempat yang menyenangkan sore nanti. OK jawabku tanpa memikirkan selanjutnya. Kebetulan cewekku Amanda sedang pulang kerumah orang tuannya dibandung, jadi aku bisa pergi dengan Angel.

Setelah research pasar, kami kembali kekantor dan menunggu jam kantor selesai sambil menyelesaikan sisa pekerjaan. Jam tujuh kami berangkat dari kantor menuju rumah makan padang dikawasan Juanda, aku memilih tempat disamping karena didalam sudah ramai. Selama aku ngobrol dengannya aku tawarkan jika dia bersedia aku ajak untuk nonton tari striptease laki-laki dan ternyata lagi dia mau.

Segera aku angkat kaki dari rumah makan tersebut untuk cari pakaian yang sesuai dengan acara tersebut ke pusat perbelanjaan kawasan bundaran HI — Sogo. Putar-putar sampai jam sembilan malam, baru kami berdua menuju kawasan kuningan untuk menyaksikan tarian tersebut.

Kuparkir kendaraanku… lalu kami masuk berdua kedalam yang ternyata sebagian besar (kira-kira 80%) adalah wanita dari berbagai kalangan dan umur. Kami pesan tempat dan aku pesan minuman yang menyegarkan… ternyata dia minta minuman yang kalau dikonsumsi terlalu banyak akan memabukan. Tepat jam sepuluh dimulailah acara tersebut mulai dari musik yang ringan dan penari (laki-laki) dengan pakaian yang masih lengkap sampai musik yang menghentak-hentak dan penari tersebut sampai polos…. yang tinggal hanya kancutnya saja sambil meliuk-liukan badannya… aku perhatikan Angel yang mulai terpengaruh suasana meneriakan kata-kata yang kurang jelas kudengar… karena semua penonton umumnya kaum wanita berteriak histeris…

Jam dua belas malam selesai acara tersebut, kutuntun Angel kemobilku karena dia mulai mabuk akibat terlalu banyak mengkonsumsi minuman dan kuantarkan ke apartemennya dikawasan Gandaria kebayoran baru. Kuantar sampai kedalam kamarnya dilantai 4, aku istirahat sejenak disofanya. Angel bangun dan menghampiri diriku untuk mengucapkan terima kasih dan selamat malam… tapi tubuhnya jatuh dalam pelukanku sehingga nafsuku mulai bangkit. Kuciumi dari kening, mata, hidung hingga mulut… disambutnya ciumanku dengan permainan lidahnya yang sudah profesional. Lama kami berciuman dan aku mulai meremas teteknya yang agak kenyal… lalu kubuka resleting bajunya…. kemudian kususupkan tanganku kedalam behanya untuk meremas teteknya lagi dan memainkan putingnya…. sambil terus berciuman. Satu persatu pakaiannya jatuh kelantai… beha… cd… tapi kami masih berciuman. Tanganku tak tinggal diam.. meremas diatas sesekali memainkan puting dan meraba dan memainkan dibagian vaginanya… oi…. rambutnya yang gondrong…. hitam….

Vagina Angel telah banjir akibat otot vaginanya mengeluarkan cairan karena rangsangan dariku… tangannya mulai membuka satu persaatu pakaiannku sampai kami berdua bugil alias telanjang bulat. Kusodok sodok jari tengahku kedalam vaginanya

“Sssshhh….. oohhh…. Gung…. please….. ssssshhhhh…. don’t stop…. aaaaahhhhhhh….”
Terus jari telunjukku memainkan klitorisnya yang mulai menegang.
“Sssshhhhh… aaahhhh…..” dan dia mulai merebahkan badannya disofa kuciumi lagi putingnya dan kusodok-sodok lagi vaginanya dengan dua jari.
“Ssssshhhhh….. aaaaahhhhhh…..ooohhhh my gooooodddd ….ssssshhhhhh …..”
Angel mulai mencari-cari penisku yang sudah tegang sejak menuntun dia dari kuningan tadi…. dan mulai menghisap penisku mulai dari kepala

“Ssssshhhhh… aaahhhh….. Angel….. aaaahhhhh…. ssshhhhh ….”
Perlahan lahan mulutnya masuk dan melahap penisku semuanya.
“Ssssshhhhhhh ….. hhhhhmmmmmm…..,”
Kutambah jariku satu lagi hingga tiga yang masuk kedalam vaginanya.
“Ssssshhhhh…. aaachhhh….,” tambah satu lagi hingga hanya jempol saja yang masih diluar memainkan klitorisnya.
“Ssssshhhh…. hhhhmmm…..,” aku melepaskan penisku dari mulutnya dan mulai kuarahkan kebibir vaginanya yang banjir….. perlahan lahan kudorong penisku.

“Sssshhhhh…. oooohhhhh…. Agung…. hhhhmmmmmm….,”
Bibir bawahnya menggigit bibir atasnya, kuangkat kedua padanya dan kusandarkan disandaran sofa yang sebelah kiri sedang yang kanan kuangkat dan… “bless..”
“Aaaahhh….. sssshhhh….,” kuayunkan perlahan lahan.
“Sssshhhhh… ooohhh my god….. come on… sssshhhhh…,” terus kuayunkan hingga kupercepat ayunanku.
“Sssssshhhhhhh… Angel… aku mau keluar nich….,”
“Sssshhhhh…. aaaahhhhhh…,” kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku sambil terus menggoyangkan pantatnya.
“Sssshhhhhh…. aaaahhh…..”
Tiba tiba Angel menjerit histeris..
“Ooooooohhhhhh…. ssssshhhhhh…. ssshhhhh…. sssshhh….,” ternyata dia sudah keluar, aku terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras hingga mentok kedasar vaginanya

“Sshhhhh…. aaaahhhh… aaaagggggghhhhh….,”
“Crettttt… crrreetttt… ccrreeett….,” kutekan pantatku hingga penisku menempel dasar vaginanya, dan keluarlah maniku kedalam liang vaginanya.
“Sssshhhhh… bbbbrrrrrr…….,” saat terakhir maniku keluar, akupun lemas tetapi tidak aku cabut melainkan menaikan lagi kedua pahanya hingga dengan jelas aku lihat bagaimana penisku masuk kedalam vaginanya Angelina yang dikelilingi oleh rambutnya yang lebat. Kebelai rambutnya sambil sesekali menyentuh klitorisnya

“Ssssshhhhhh… aaahhhhh…,” aku mulai mengayunkan kembali penisku, biar agak ngilu aku paksakan. Kapan lagi……
“Sssshhhhh….. aaaahhhhh… hhhmmmm…,” aku meminta Angel untuk posisi nungging dengan tidak melepaskan penisku dalam vaginanya. Penisku terasa dipelintir oleh vaginanya, terus kugenjot lagi “sssshhh…. ssshhhhh…”
Angel mendorong pantatnya.
“Aaaaaaachhhhhhh… again…. ssssshhhhh…,” dia sudah keluar lagi.
Aku masih asik mengoyang pantatku sambil meremas teteknya yang dari tadi aku biarkan. “Sssshhhhh… hhhhmmmm…. aaaahhhh….”
“Creeettttt… creeett…,” akupun menekan pantatku dan menarik pinggulnya hingga penisku mentok lagi didasar vaginanya, kami berdua sama sama lemas….

Kuambil sebatang rokok, kunyalakan dan kuhisap. Angel meminta rokok tersebut, aku nyalakan lagi. Kami duduk dan sama sama menikmati permainan tersebut sambil merokok dan meremas kemaluan kami masing masing….
Kuangkat tubuh Angel ketempat tidur….. kami tidak membereskan
pakaian kami yang masih berserakan dilantai ruang tamu… aku putar jam beker tepat pukul lima soalnya aku mau pulang…. angel mulai merapatkan matanya sambil tangannnya merangkul dan tubuhnya yang berkeringat merapat ketubuhku… meskipun udara dirungan sudah dingin tetapi tubuh kami masih berkeringat akibat permainan tadi….

Jam beker berdering… aku bangun.. lalu cuci muka dan siap untuk berangkat menuju rumahku karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Pagi harinya aku bertemu lagi dengan Angel… wajahnya yang ceria dan tubuhnya yang segar… kusapa dia … morning…. lalu cruppp…. crup….. tak disangka dia menciumku..
Thanks…. kataku… anytime…. katanya.. lalu kubalas kucium lagi dia….crup…

Kami bekerja seperti biasa… tanpa sepengetahuan pacarku Amanda.