Kepergok Mama Papa

0
6066

Hubungan Laila dan Rangga bisa dibilang hubungan yang baik. Mereka berdua sama sama duduk di kelas Informatika di Universitas swasta di kota kembang. Hubungan mereka pun mendapat restu yang baik dari kedua orang tua Laila. Rangga, seorang anak rantau dari Sumatra, sudah mandiri berkuliah sendiri. Semua biaya kuliahnya ditutupi dengan meraih beasiswa dari pemerintah provinsi dia berasal. Rangga tinggal sendiri di kosan dekat kampusnya. Sedang Laila, sang kekasih hati Rangga, tinggal di sebuah komplek elit tak jauh dari kampusnya.

Kedua orang tua Laila tak segan mengizinkan Rangga untuk menginap di rumah mereka. Seminggu sekali, Rangga menginap di sana. Walau ada kamar kosong, namun Laila dan Rangga diizinkan tidur sekamar, asal pintu kamar terus terbuka, supaya mama dan papa Laila bisa mengawasi. Meski situasi dibuat supaya Laila dan Rangga tidal berhubungan intim, namun apa daya, Laila dan Rangga ternyata sering memanfaatkan peluang kecil, untuk berhubungan bak suami istri. Mama Papa Laila yang tak mampu menjaga semalaman suntuk, dijadikan kesempatan oleh Laila dan Rangga bercumbu mesra. Mereka tak lagi perduli berada dimana. Mereka seolah pemilik dunia saat itu. Walau dengan busana terpasang. Mereka selalu bergumul, berciuman, bercinta semalaman.

Suatu malam, mama papa Laila pergi keluar kota. Laila yang ditinggal sendiri diminta ditemani oleh Rangga. Papa Mama tentu khawatir pada Laila, walau dijaga Rangga, tapi mereka yakin hal tidak baik akan terjadi. Mama Papa tahu Rangga dan Laila akan bercinta bila mereka tinggalkan. Tapi urusan kuliah dan ongkos memaksa Mama dan Papa mempercayakan Laila pada Rangga. Rencana keluar kota Mama Papa sekitar dua malam. Itu bisa jadi waktu yang lama bagi Mama Papa meninggalkan Laila, satu satunya anak perempuan yang belum mereka nikahkan. Mama Papa pun pergi meninggalkan Laila dan Rangga yang sudah siap bercinta seharian penuh.

Di malam Mama dan Papa pergi, hal yang sudah bisa ditebak terjadi, Laila dan Rangga kembali bercinta. Mereka semakin liar saja. Seisi rumah dijadikan arena mereka bercinta. Rangga yang sudah mempersiapkan kontrasepsi untuk percintaan mereka ini semakin membuat mereka liar bercinta.

Mengawali malam dengan menonton tv bersama. Laila mulai menggoda Rangga dengan meremas seleting celananya. Tahu bahwa itu merupakan awal, Rangga pun melonggarkan ikat pinggangnya, lalu merekapun bercumbu. Frenchkiss yang begitu liar, membuat mereka terengah-engah. Tangan Rangga dengan mahir meremas payudara Laila yang tak seberapa besar namun kencang. Rambut Rangga sudah acak-acakan saja dibuatnya. Laila yang sudah tak tahan lagi langung membuka busananya sendiri, kini tubuh putih mungil Laila menjadi hidangan segar bagi Rangga, ini kali pertama mereka bercinta sampai tanpa busana. Laila melepaskan celana Rangga supaya dia bisa menghisap zakar milik Rangga. Dengan lahap Laila menghisap, mengusap, dan mengocok zakar Rangga. Tangga Rangga mengimbangi dengan meremas payudara Laila. Rangga pun membuka kaosnya, kini merela bertelanjang ria bak singa jantan dan betina. Rangga mengangkat badan Laila dan mendudukannya di sofa, dan Rangga memposisikan mukanya tepat di depan vagina Laila. Ranggapun menghisap vagina Laila, tanpa melepas genggaman tangannya dari payudara Laila. Laila terus memdesah merasakan serangan Rangga. Rambut panjangnya menjadi acak-acakan karena Laila tak mampu menahan tangannya yang menerima kenikmatan dari Rangga. Sesekali jari jemari Rangga dimasukan ke dalam vagina Laila. Tak lama berselang Laila pun meregang menandakan dia mendapatkan orgasme. Vaginanya membasahi muka dan tangan Rangga. Dengam tisu, Rangga membersikan mukanya.

Laila lalu membuka bungkusan kontrasepsi untuk dipakaikan pada Zakar Rangga. Zakar yang sudah berdiri tegak itu siap untuk Laila masukan demi meraih orgasme berikutnya. Rangga berbaring di sofa, lalu Laila mengambil posis berdiri tepat di atas zakarnya. Perlahan Laila memasukan zakar yang sudah dia kenal sedari setahun lalu. Laila pun terus memompa zakar itu naik turun keluar masik vaginanya. Rangga hanya bisa merem melek merasakan goyangan Laila yamg begitu liar malam itu. Laila yang mulai lemas, bertelungkup menghadap sofa sedang kakinya berada di bawah, Rangga mengambil posisi di belakang Laila siap menyodokkan zakarnya ke vagina Laila. Laila tanpa henti mendesah menahan kenikamatan ini. Semakin cepat genjotan Rangga, Laila pun mendesah keras menandai orgasmenya, dan lahar putihpun keluar dari zakar Rangga. Tertampung pada kondom yang dia pakai. Merekapun membersihkan diri, dan tidur tanpa berbusana.

Begitu terkejutnya mama ketika pagi itu pulang, karena ada barang penting yang tertinggal, memdapati Rangga dan Laila bertelanjang tidur berdua, dan mendapati pakaian dan kondom sisa semalam. Mama yang kaget dan terguncang tak langsung membangukan Laila dan Rangga. Karena urusan bisnis yang sedang diurusinya, dia terpaksa langsung pergi lagi. Di perjalanan mama bingung, ketakutannya terjadi. Apakah papa mesti tahu kejadian ini?

Di perjalanan, mama sangat kebingungan melihat tingkah anaknya yang bertelanjang bersama Rangga. Mama pun bingung apakah mesti melaporkan itu kepada papa atau tidak. Raut wajah mama tak mampu menyembunyikan kebingungannya itu. Papa pun memaksa mama sampai menceritakan apa yang mama saksikan. Papa tak habis pikir dengan kelakuan anaknya. Rencana perjalanan yang direncanakan, seketika papa batalkan. Papa dan mamapun pulang di malam terakhir perjalanan mereka. Mama dan Papa berancana memergoki kelakuan anaknya mendadak tanpa pemberitahuan.

Laila dan Rangga yang tidak tahu kalau mama sempat melihat mereka tertidur bertelanjang. Laila dan Rangga mengira kalau mama dan papa akan pulang besok. Sehingga malam ini mereka berencana untuk bercinta kembali. Rencana malam itu pun di mulai setelah mereka makan malam. Mereka berlarian menuju kamar seperti berkejaran lalu mereka pun bercumbu di atas kasur sambil berguling guling. Mereka pun membuka bercumbu begitu mesra. Tangan Rangga mulai menyelinap ke dalam celana Laila. Mengobok vagina dalam kesempitan ini yang Rangga suka

Nafsu yang sudah menggelora, tak mampu Laila tahan sehingga dia bersegera membuka busananya. Rangga yang ternyata sudah tak tahn jua. Perlahan membuka kaos dan celananya sampai telanjang bulat. Rangga yang memposisikan badan terlentang di atas kasur menunggu Laila yang liar menjelajah setiap setiap senti dari tubuh Rangga. Dimulai dari berciuman Laila turun mengecup leher dada perut dan zakar dari Rangga. Dialahapnya zakar Rangga yang seukuran normal orang melayu. Berdiri tegak zakarnya. Senyum manis sambil menatap Rangga, Laila tampilkan diwajahnya. Dikocoknya perlahan zakar Rangga yang sudah basah oleh lendir bening yang keluar. Kini Laila berjongkok tepat di atas muka Rangga seolah menyerahakan vaginanya untuk dijilati oleh Rangga. Rangga yang sudah paham gerakan Laila, dengan sabar menjilati vagina Laila. Laila melenguh pelan, sesekali tangannya mencengkram kepala Rangga menahan rasa nikmat yang dia rasa. Jari jemari Rangga tak luput ikut dimasukan ke lubang kenikmatan Laila. Naik turun pinggang Laila walau jongkok menikmati jari Rangga.

DEBRAG. Alangkah kagetnya Rangga dan Laila sampai terperenjat dari atas kasur. Melihat ke arah pintu kamar, Papa dan Mama memergoki mereka yang sedang bercinta. Papa dan Mama diam diam masuk melaui pintu belakang rumah. Rencana ini dibuat sengaja untuk memergoki kelakuan anaknya yang ternyata disetubuhi oleh pacarnya sendiri. Mama yang menykasikan menangis. Laila dan Rangga hanya bisa terdiam dengan menutupi badan mereka dengan seprai. Papa tak habis pikir dengan kelakuan anaknya ini. Papa yang tak sampai hati memarahi mereka. Ikut duduklah papa mama di atas kasur. Yang terjadi bukanlah rasa amarah yang keluar, namun nasihat kalau mereka ingin bercinta, papa dan mama akan mengizinkan asal bilang dahulu. Seagai hukuman dari kelakuan Laila dan Rangga. Mama dan papa minta untuk dipuaskan oleh anak mereka dan pacarnya. Tak disangka oleh Laila dan Rangga kalau kejadiannya akan seperti ini. Rangga diminta memuaskan mama dan Laila dipaksa untuk memuaskan papa. Mama sendiri rela bila suaminya dipuaskan oleh anaknya sendiri, sementara papa rela istrinya dipuaskan oleh pacar anaknya. Papa dan mama memang belum terlalu tua, Papa berusi 42 tahun dan mama 39 tahun.

Hukumanpun dimulai, papa yang mulai mengarahkan zakarnya ke arah Laila minta untuk dihisap. Sedang mama membuka semua bajunya untuk bersiap menghukum Rangga. Mama yang badannya masih bagus karena dirawat, mampu membuat Rangga menurut saja menerima hukuman ini. Rangga diminta berbaring di karpet sebelah kasur, sementara mama mengambil posisi WOT tepat di atas zakar Rangga. Mama menggoyang zakar Rangga sampai merem melek. Tak Rangga sangka kalau dia akan bercinta dengan mama Laila, Pacarya sendiri. Mama membalik badannya mengambil posisi cowgirl, lalau menggenjon zakar Rangga tanpa henti. Rangga yang tak tahan dengan goyangan mama, memberi kode, bertanya apa boleh mengeluargan lahar di dalam rahim mama. Mama tak peduli. Mama terus menggoyang zakar Rangga sampai ahirnya tersembur lahar putih ke rahim mama.

Sementara papa yang dihisap zakarnya oleh Laila, tak tahan sampai laharnya keluar di mulut Laila. Papa dan mama berpesan kalau ini sebagi hukuman karena mereka bersembunyi sembunyi di belakang. Rahaisa keluarga ini menjadi rahasi kita semua akhirnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here