Meminta Ajaran Menyetir Mobil

0
778

Perkenalkan nama saya Arman (nama yang saya samarkan) dengan profesi dokter setiap hari aku menangangi pasien pasien yang hendak periksa , di kesempatan ini saya akan berbagi cerita yang mana tidak terjadi dengan pasien saya melainkan pada wanita yang bekerja di salah satu bengkel langganan saya.

Di hari minggu tepatnya saya sedang menservice kuda hitamku BMW , bengkel yang aku kunjungi punya teman sendiri, saat saya mendaftar ada salah satu wanita yang menyapaku ku tamati dari nickname nya bernama Lesta,

Kulitnya sawo matang, wajah cukup manis dan.., ini yang terutama mempunyai toket dengan ukuran yang cukup besar (kutaksir sekitar 36B). Ketika saya memandangnya, ia tanpa sengaja memperhatikan pula ke arahku, kami beradu pandang, terasa ada sesuatu yang mengalir di dadaku, saya balas tersenyum padanya, ia tertunduk malu.

Sekitar 1 jam mobil kawanku selesai servis, kami membayar biayanya, ketika di kasir ternyata Lesta sedang duduk di sana, kami berpandangan lagi dan sekali lagi kuberikan senyumku yang (menurutku) cukup manis. Dan, my God ia balas tersenyum lagi.

Sesampai di rumah, dan sesudah kawanku pulang, saya telepon bengkel tadi (nomernya kudapat dari kwitansi kawanku tadi), saya minta bicara dengan Lesta.

Halo, dengan siapa ini?”, demikian suara Lesta di seberang sana. Ooh, sungguh seksi sekali suaranya.
Dengan Arman di sini. Saya yang tadi servis mobil dengan kawan saya dan yang berpandangan dengan kamu tadi. Boleh saya berkenalan dengan kamu?”, tanya saya.

Oh, Pak Arman. Iya saya ingat Pak. Ada keperluan apa Pak?”, tanya Lesta.

Waduh ini cewek, bikin penasaranku makin menjadi aja pikirku.

Saya ingin kenalan sama kamu, dan kalau mungkin saya berharap kita bisa ketemu lagi”, jawabku.

Memangnya kenapa Bapak mau ketemu saya lagi?”, tanya Lesta.

Karena kamu cantik, dan saya tertarik sama kamu sejak pertama memandang kamu tadi”, kata saya (biar aja sekalian ngomong to the point and ngegombal sekalian).

Lesta tertawa kecil, “Bapak pintar ngerayu nih. Tapi hari ini saya tidak bisa, bagaimana kalau besok lusa Bapak temui saya sepulang kerja, di bengkel sekitar jam 18.00, Ok?”

Ok deh”, jawab saya tanpa pikir panjang lagi.

Lusa, hari Rabu saya jemput Lesta di bengkel sesuai janji kita, jam 18.00 tepat. Sesudah say hello dan basa-basi sebentar, kita sudah meluncur di jalan raya.

Mau ke mana kita?”, kata Lesta.

Kamu maunya ke mana?”, tanya saya.

Di luar dugaan Lesta bilang kalau ia ingin sekali belajar mobil. So, kita meluncur ke parkir timur Senayan, tempat belajar mobil.

Sayapun bertukar duduk dengan Lesta, kita mulai berputar-putar, tiba-tiba sebuah mobil yang juga sedang belajar mengerem mendadak di depan kami. Lesta menginjak rem secara mendadak, mesin mobil mati. “

Aduuh” pekik Lesta. Dadanya terkena setir mobil. “Dada saya nyeri Arman” katanya. Akupun bertukar duduk lagi, dan menepikan mobilku. Kuperiksa dadanya.., dan entah bagaimana mulanya tanganku meremas toketnya.

Lesta merintih, “Aahh, Arman” desahnya. Dan saya mendadak menjadi amat terangsang, kuciumi lehernya, dadanya, kutanggalkan branya, dan mata saya terbeliak memperhatikan toket yang demikian besar menyembul dari bra Lesta.

Saya makin “spanning”, kuciumi puting susunya, kuhisap, kugigit kecil, terus sampai ke perut dan pusarnya, sampai ciumanku terhalang oleh celana dalamnya. Kutarik celana dalamnya kebawah, kuciumi selangkangan, bibir meki, clitoris dan bagian dalam mekinya, bau khas menyeruak ke hidungku. Kurasakan basah liang mekinya.

Lesta mendesah, “Ooohh.., teeruus sayangg.., kamu hebaat sekalii.., aahh teeruuss Franky..”, desah Lesta. Saya menarik kepalaku, “Siapa Franky?” tanyaku.

Tapi rupanya “foreplay” yang kulakukan sudah membuat Lesta amat terangsang, terlebih ketika kuciumi belakang telinganya, Lesta meronta, merintih, menggelinjang sambil tangannya membuka paksa kemeja dan celana jeans-ku (Ssstt, kemeja saya sampai copot 2 kancingnya).

Karena kurang leluasa kami pindah ke jok belakang mobil, Lesta merintih, “Arrrmannn.., buka doong celana dalam kamuu.., Lesta udah pengen banget niih.., ayoo sayaang”. Saya yang juga sudah klimaks sekali segera membuka celana dalamku, kuarahkan kont*olku yang sudah teramat tegang liang meki milik Lesta, kuturunkan perlahan-lahan, Lesta tiba-tiba melingkarkan kedua kakinya di pinggangku dan menekannya ke bawah.

Kont*ol kupun amblas ke dalam mekinya, “Bleess.., ampuunn nikmatnya”, kurasakan meki Lesta sudah demikian basahnya sehingga tak sulit untuk kont*olku keluar masuk berirama. Kurasakan sedotan jauh di dalam sana.

Lesta menggelinjang, meronta, menendang, dan akhirnya sambil menggigit kuat bahuku Lesta mendesah panjang dan bersamaan kurasakan cairan membasahasi kont*olku jauh di dasar meki Lesta.

Lesta tersenyum puas, “Kamu hebat Arman, punyamu jauh lebih hebat dari punya pacarku”. Oh, baru saya tahu kalau Franky itu adalah pacar Lesta, but who cares? ceweknya yang mau kok. Saya yang belum ejakulasi lalu meminta Lesta untuk “nungging” (susah juga nih dalam mobil).

Kutusukkan kemaluanku, selangkanganku beradu dengan pantatnya, gerakan kami makin cepat, cepat, dan akhirnya saya tak tahan lagi, sambil mencengkeram kuat bahu dan rambut Lesta kusemprotkan seluruh cairan maniku dalam mekinya, “Creett.., creett..”, aahh enaknya. Sesudah itu kami berbaring bertindihan, berciuman lama dan bernafsu sekali.

Sekitar jam 22.00 kuantar Lesta pulang ke tempat kosnya di Kebon Kacang (dekat Plaza Indonesia). Diluar tempat kosnya kulihat seorang pria sedang duduk menunggu.

Siapa Ia Lesta?”, tanyaku.

Itu ia Franky, cowokku”, jawab Lesta tersenyum.

Kamu begituan juga sama dia”, tanyaku.

Iya, tapi punya ia nggak seenak punya kamu Arman. Baru 3 menit juga ia udah keluar Payah”, kata Lesta.
Dasar nakal kamu”, kata saya.

Kami berciuman dan Lestapun masuk rumah kosnya. Saya pulang dan dalam perjalanan saya tersenyum sendiri membayangkan pengalamanku barusan. Kasihan si Franky, tapi Lesta memang nikmat.

Sekarang kudengar Lesta sudah menikah dengan Franky (kata Kristine adiknya, yang bekerja di Wisma Nusantara). Kami masih “berhubungan” (tentunya sekarang ekstra hati-hati, karena ada si “bloon” Franky suami Lesta).But no problem karena saya biasa hub. Lesta dulu kalu mau ketemu di rumahnya

Lesta adalah wanita terhebat dalam bercinta di antara beberapa cewekku yang lain. Seksi, toket besar, montok, liar di ranjang, dan meki yang mengisap nikmat. Saya amat menikmati setiap jengkal tubuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here