Nikmat Bercinta di Dalam Bioskop

0
1430

Kisah ini terjadi setahun yang lalu di mana waktu itu saya disuruh menjemput teman wanitaku bernama Etik dalam perjalanan saya membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam man, setelah sampai di kotanya saya langsung menuju ke rumahnya dan mengetuk pintunya.

“Permisi.. Etik.. ada?”, ucapku pada orang tuanya.

Selanjutnya mereka memanggil namanya, tidak lama kemudian Etik pun muncul dengan pakaian yang cukup seksi, dengan mesra Etik menyambutku dengan memeluk & menciumku!

“Hai.. baru nyampe yah”, ucapnya.

“Iya.. nih”, jawabku.

Saya pun kemudian masuk ke rumahnya, disana cuma ada nenek serta adik-adiknya saja kerena ibunya berada di Jakarta.

Singkat cerita sesudah ngobrol-ngobrol, Etik mengajakku pergi nonton ke bioskop 21 Surabaya. saya cuma tersenyum menuruti kemauannya. Dalam perjalanan Etik selalu bergayut mesra di tanganku bahkan kadang-kadang Etik menciumku tanpa rasa risih sedikitpun.

Jam 15.30 kami sudah sampai di bioskop yang kami tuju lalu kami memesan tiket & sengaja memilih tempat paling pojok atas.

“Biar lebih enak”, katanya.

Satu jam ruangan theater pun dibuka tanda pertunjukan akan segera dimulai, saya & diapun segera masuk menuju ke kursi paling pojok atas, saling bergandengan. Walau baru masuk & lampu masih terang, Etik sudah tampak begitu bernafsu.

Itu terlihat dari sorot mata & tindakan Etik yang sering “nyosor” menciumku. Ketika film dimulai maka lampupun dipadamkan sehingga petualanganpun kami dimulai.

Dalam keremangan kulihat Etik tersenyum manis terhadapku lalu dia berbisik padaku, “Say.. saya cinta kamu.. peluk saya dong say..”.

Akupun dengan tersenyum segera merengguh Etik dalam pelukanku, entah siapa yang memulai bibir kamipun sudah bertemu & melakukan French kiss, sungguh indah & nikmat berciuman dengannya.

Etik begitu pandai memainkan lidahnya.. kamipun mulai saling julur lidah & saling melumat tidak terasa desah indaHPun mulai kudengar dari mulut Etik

“Mmhh..”, Etik melenguh pelan.

Segera bibirnya kulumat dengan panas. Lidahku menyusup ke dalam mulutnya yang agak terbuka, mengais-ngais lidah & rongga mulutnya. Mulutnya mulai bereaksi membalas lumatanku.. cukup lama lidahku bermain dalam mulutnya.

Tanganku yang mengelusi lehernya mulai turun menyusuri leher ke bawah menuju buah dadanya. Dari luar pakainnya, tanganku menggapai.. meraba dada kanannya lalu dada kririnya. Perlahan tanganku mulai meremas lembut buah dada tersebut.

“Mmhh.. hh..”, Etik kembali melenguh pelan.

Sementara mulut & lidahku kembali menyerang dengan ganasnya. Tanganku mulai menarik lepas ujung bawah pakainnya dari dalam celana & menyusup masuk. Kusentuh lansung perutnya yang halus terus ke atas menuju dada kanan.

Tanganku kembali meremas-remas dada dari luar beha. Sementara itu di atas Etik dengan panas mengimbangi kulumanku. Lidahnya tidak mau kalah menyelusup ke dalam mulutku. Lidah kami saling membelit dengan mulut menghisap kuat.

Tanganku bergerak melakukan belain mesra pada setiap lekuk tubuhnya. Kuremas punggungnya, rambutnya, lalu Tanganku mulai menyusup dari celah cup beha masuk menyentuh segera & membelai mesra buah dadanya.

Jariku mencari-cari puting toketnya. Putingnya terasa mungil namun tegang mencuat. Kuelus–elus dengan jari sambil sesekali kupilin pelan. Lenguhan Etik semakin keras. Kualihkan serangan bibir & lidahku ke lehernya yang halus.

“Oouhh..”, erang Etik.

Etikpun mulai mengerang kenikmatan. Kuremas susunya yang masih keras & kenyal lalu ku coba melepaskan satu.. dua.. tiga kancing bajunya. Sekarang buah dadanya sudah terbuka. Dadanya begitu putih & indah sekali, terbungkus beha ukuran 32 B warna krem berenda menutupi buah dada yang tidak begitu besar.

Achh.. saya sampai menelan ludah menyaksikan keindahan bukit yang ranum itu. Kutatap sejenak wajah Etik yang tampak merona merah menahan nafsu, kembali mulutku mengecupi leher & belakang telinga, sementara tanganku sudah menyusup kebalik beha meremasi & membelai mesra secara segera bukit dada yang sudah mengembang tegang. Jariku memilin putingnya yang mungil.

“Oouuhh..”, Etik melenguh sambil menggelinjang.

Tanganku terus bermain di bukit dadanya sebelah kanan kemudian berpindah ke dada kiri. Mulutku bergerak menyusuri leher, dengan jilatan panas & basah terus menuju bawah. Kubelai & kukecup buah dadanya dari atas becuma oh.. begitu halus sekali kulitnya. Kuremas buah dada itu dari balik behanya.

“Ouggh..”, desisnya nikmat membuatku semakin bernafsu saja.

Sementara tanganku keluar dari dalam cup beha menyelinap & mengelus-elus punggungnya yang halus. Kubuka kaitan becuma di punggung, lepas sudah. Kupandangi wajahnya, matanya terpejam. Terpampang lah keindahan yang sesungguhnya & benar-benar elok.

Wow.. buah dadanya begitu putih, mulus, kencang, dihiasi puting kecil mungil berwarna kemerahan di kedua ujungnya. Walau memang tidak terlalu besar, bahkan cenderung kecil namun tampak sangat kenyal sekali bagai buah apel muda.

Tapi justru itulah keindahannya. Buah dada yang tidak besar namun kencang seperti yang umumnya dimiliki gadis chinese, sungguh mendatangkan pesona bagai sihir yang sangat luar biasa & tidak pernah habis.

Perutnya rata, putih halus tanpa noda dihiasi dengan pusar yang indah. Mulutku segera mendarat di perut, lidahku menjilati pusarnya, bergerak terus ke atas dengan jilatan hangat menyusuri perut menuju dada kirinya. Sesampai di dada tidak segera menuju pusat tapi mengitari lereng bukit dadanya dengan jilatan basah.

lalu dengan lembut ku kecup susu itu secara melingkar di setiap sisinya.

“Achh..oughh.. Mas..”, Etik kembali mengerang.

Puas menyusuri lereng dadanya mulutku menuju puncak dadanya, lidahku menjilati putingnya dengan mesra. Kemudian mulutku pun segera mengulum buah dada tersebut. Buah dada kiri itu segera hilang dalam mulutku.

Mulutku segera menyedot kuat sambil lidahku mengais-ngais putingnya. Di bawah, jariku sudah masuk ke dalam kemaluannya. Kugerakan maju mundur perlahan, terasa lubang itu semakin basah. Tanpa disadari tangan Etik pun mulai bergerilya melakukan remasan pada selakanganku hingga membuat kontolku mulai berdiri.

“Aduhh.. ohh.. sstt..”, Etik semakin mengerang.

Kembali kulumat & kuremas habis buah dadanya yang wowww.. begitu kenyal & nikmat, sesudah puas kuturunkan ciumanku ke perutnya kusapu setiap jengkal halus kulitnya dengan juluran lidahku. Tanganku pun tidak berhenti mengusap & meremas setiap lekuk tubuhnya lalu dengan pasti kuremas selakangannya.

“Ehmm..”, Etik menggelinjang mesra.

Kubuka resulting celananya & sedikit kutarik kebawah.. lalu tanganku pun mulai merayap membelai selakangannya yang masih tertutup CD warna krem juga

“Aahh.. sstt.. acchh..”, Etik terus mendesis tertahan menerima setiap rangsangan dariku.

Sementara itu tanganku sudah menyusup ke dibalik CDnya sambil tanganku mengelus-elus. Tanganku pun menyentuh bulu-bulu halus jembutnya yang tidak terlalu lebat. Terus bergerak ke bawah menuju pusat lubang kewanitaannya. Tampak Cdnya sudah mulai lembab basah. Jariku menggesek-gesek sesekali menekan & meremas di mulut kewanitaannya.

“Ach.. mhh.. Mas”, Etik mendesah.

Segera saja kukecup bibirnya agar desahannya tidak terlalu keras & mengganggu penonton lain. Di bawah, tanganku tetap menggesek-gesek mulut kemaluannya sambil jari-jariku mulai membelai & sesekali menusuk menerobos ke dalam lubang kenikmatannya sehingga menjadi semakin basah.

“Oohh.. Mas..”, Etik kembali mendesah.

Tubuhnya menggeliat perlahan, terlonjak dengan pantatnya terangkat naik menhan geli & nikmat sebab takut menganggu penonton lain. saya semakin bersemangat menyedot-nyedot buah dadanya & jariku terus semakin cepat bergerak keluar masuk di lubang kemaluannya sambil ku gesek juga klitorisnya. Ada sekitar 5 menit saya mempermainkan buah dada & lubang kemaluannya.

Hingga tidak lama kemudian tiba-tiba tubuhnya menegang dibarengi dengan erangan tertahan. Kakinya kaku, lurus mengarah ke bawah. Pangkal pacuma menjepit tanganku. Tubuh Etik mengejang beberapa ketika.

Kurasakan ada aliran cairan putih, kental & hangat yang meleleh mengalir dari lubang kemaluannya dengan derasnya.

“Achh.. aku.. aku.. keluar.. sayang..”, desisnya tertahan ketika orgasme.

Etik tergolek lemas dengan mata terpejam. Kukeluarkan tanganku dari dalam celananya yang basah. Lalu kupeluk & kukecup mesra Etik, kucium jariku yang blebotan cairan putih kental yang tadi keluar dari vagina Etik setalah melaksanakan tugasnya. Ohh.. harum sekali bau cairan vaginanya itu!

Sesudah beberapa ketika istirahat, kurasakan tangan Etik mulai menjalar lagi membelai mesra dadaku lalu Etik mencium & mengulum bibirku serta tangannya yang mulai meraba-raba kontolku & diusap-usapnya di dalam.

Kemudian Etik mulai membuka resulting celanaku.. & dikeluarkannya kontolku dari sarangnya yang sudah keras & berdiri tegak bagai rudal scud AS. Dibelai & dikocoknya dengan mesra kontolku.

“Oochh..” desisku tertahan.

Terasa bergetar seluruh syarafku, ngilu, geli bercampur nikmat kini kurasakan dari belaiannya pada kontolku. Etik terus mengocok & mengurut-urut kontolku membuat kontolku makin tegak berdiri lalu kulihat mukanya di turunkan ke arah selakanganku.. tidak lama kemudian.. auchh.. terasa lidahnya dengan lembut mengusap helm kontolku

“Uiich..” kembali saya mendesah.

Rasanya bener-bener sulit dibayangkan lalu tanpa sadar ku tekan kepalanya agar lebih dalam lagi ke selakanganku hingga akhirnya kontolku bener-bener masuk ke dalam mulutnya. Etik pun mulai menyedot, menghisap & menjilati kontolku di dalam mulutnya

“Ooh.. yess.. ohh..”, saya menahan nikmat.

Aku blingsatan dibuatnya namun saya terus bertahan agar tidak teriak & terlalu banyak gerak, takut dilihat penonton lain.

Ahh.. bener-bener hebat & nikmat apa yang dilakukan Etik.. tangannya pun tidak tinggal diam, ikut mengurut batang kontolku.. Lama-lama akupun tidak tahan, diiringi desis nikmat dari mulutku keluarlah spermaku dalam mulutnya

“Sstt.. aahh.. oohh.. Din.. aku.. keluar.. oohh.. nikmat Din.. oohh..” seruku.

Etikpun terus menjilati & menelan habis semua spermaku. Lalu kuangkat mukanya & kucium bibirnya yang masih ada sedikit spermaku, kukulum lidahnya, kuremas buah dadanya.. dengan nikmat.. lalu ku ucapkan, “Terima kasih Etik.. terima kasih sayang”!

Senyumnya etik membuat hari itu senang sekali, dia kembali menciumku dengan mesra, karena film yang di putar sudah mau habis saya dan Etik segera mengenakan pakaian kami kembali, dan jreeengggg setelah pakaian kami pakai lampu bioskop menyala benderang untung saja percintaan kami sudah selesai, misal tadi masih nanggung pasti orang lain banyak yang melihat kita, kemudian kamipun keluar dan pulang ke rumah, diperjalanan saya senang sekali mengingat peristiwa tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here